Penyerang PSMP Mojokerto Putra, Krisna Adi Darma. (Foto: Instagram)
Penyerang PSMP Mojokerto Putra, Krisna Adi Darma. (Foto: Instagram)

Usai Disanksi PSSI, Pemain PSMP Kecelakaan Parah

Bola liga 2 indonesia
Kautsar Halim • 23 Desember 2018 21:29
Sanksi Komdis PSSI untuk Krisna adalah larangan bermain seumur hidup di semua lingkungan sepak bola PSSI.
 
Yogyakarta: Penyerang PS Mojokerto Putra (PSMP), Krisna Adi Darma, mengalami koma karena kecelakaan lalu lintas pada Minggu 23 Desember dini hari WIB. Insiden itu terjadi beberapa jam setelah Komdis PSSI mengumumkan sanksi untuknya.
 
Keterangan sanksi untuk PSMP diinformasikan PSSI lewat situs resminya pada Sabtu 22 Desember malam WIB. Di sana, tertulis bahwa PSMP dilarang untuk mengikuti kompetisi resmi Liga Indonesia pada musim 2019 karena diduga terlibat pengaturan skor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Selain sanksi untuk klub, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi khusus untuk Krisna. Sebab, dia diduga sengaja tidak mengarahkan bola ke gawang ketika menjadi eksekutor tendangan penalti dalam laga kontra Aceh United di lanjutan Liga 2 Indonesia 2018.

Klik:Inter Hukum Nainggolan karena Alasan Indispliner


Sanksi Komdis PSSI untuk Krisna adalah larangan bermain seumur hidup di semua lingkungan sepak bola PSSI. Sanksi tersebut menjadi berat karena dia tidak memenuhi panggilan PSSI selama tiga kali tanpa ada alasan jelas.
 
Informasi soal Krisna kecelakaan lalu lintas atau lebih tepatnya ditabrak truk baru ramai pada Minggu 23 Desember sore WIB. Johan Arga Pramudya selaku kakak kandung Krisna juga turut mengonfirmasi nasib nahas tersebut.

Klik:Debut Manis Solskjaer Bawa MU Bantai Cardiff


Menurut Johan, kecelakaan terjadi ketika Krisna sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya yang berada di Sleman pada Minggu 23 Desember sekitar pukul 02.00 dini hari WIB. Tiga jam sebelum insiden terjadi, Krisna masih bersama Johan untuk membicarakan masa depannya setelah mendapat sanksi berat.
 
"Dia pulang sama temannya. Saya tidak tahu posisinya dibonceng atau dia yang memboncengi. Saya juga belum bisa bicara banyak karena saksi mata minim, tempat kejadian sepi dan tidak ada pihak Kepolisian juga. Jadi, saya susah untuk menceritakan detail kronologinya," kata Johan kepada wartawan.
 
"Niat kedatangan Krisna ke rumah saya memang untuk konsultasi hukumannya," tambah Johan.
 
Johan menjelaskan, kondisi Krisna sangat kritis seusai kecelakaan. Dia tidak sadarkan diri selama 13 jam serta harus menjalani operasi batok kepala. Sekalipun operasi tersebut berjalan lancar, Krisna juga harus menjalani proses pemulihan dan belum boleh berkomunikasi sekitar sebulan.
 
"Menurut diagnosa dokter, batok kepalanya diangkat dan baru bakal dipasang lagi setelah sebulan. Artinya, dia juga tidak bisa berkomunikasi selama satu bulan ke depan. Meski begitu, tidak apa-apa proses pemulihannya lama. Kami hanya mohon doa yang terbaik agar Krisna bisa sehat lagi dan kembali beraktifitas. Tidak apa-apa juga dia tidak main bola lagi," tutup Johan.

 

(KAU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif