Pelatih PSIM, Liestiadi (kedua kiri) dan pelatih Persis Solo, Salahudin (kedua kanan). (Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Pelatih PSIM, Liestiadi (kedua kiri) dan pelatih Persis Solo, Salahudin (kedua kanan). (Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Jelang Derby Mataram, Pelatih PSIM dan Persis Solo Saling Respek

Bola liga 2 indonesia
Ahmad Mustaqim • 21 Oktober 2019 07:39
Yogyakarta: PSIM Yogyakarta akan menjamu Persis Solo pada lanjutan Liga 2 Indonesia 2019, Senin 21 Oktober. Laga bertajuk Derby Mataram ini diprediksi sengit karena memperebutkan tiket babak delapan besar.
 
Hanya kemenangan yang membuat harapan ke Liga 1 tetap terjaga. Sama-sama mengemas 27 poin, kemenangan akan mengatrol posisi salah satu dari mereka ke urutan empat besar Grup Wilayah Timur.
 
Namun, skema itu juga berpatokan terdapat hasil laga lain. Pasalnya, Martapura FC yang sedang menduduki urutan empat dengan koleksi 28 poin bakal menghadapi PSBS Biak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Pelatih PSIM, Liestiadi, mengatakan timnya harus bisa memenangkan pertandingan nanti dengan cara yang benar. Ia berharap anak-anak asuhnya tampil profesional.
 
"Kalau bisa menampilkan permainan yang menarik, atraktif, enak ditonton, fair play dan tidak mencederai. Harapannya, pemain kami bisa meraih tiga poin," kata Liestiadi di Stadion Mandala Krida, Minggu (20/10/2019).
 
PSIM akan tampil minus tiga hingga empat pemain. Junius Bate dan Agung Pribadi mengalami cedera, sedangkan Hendra Wijaya kena sanksi akumulasi kartu. Beruntung, mereka masih bisa memainkan Cristian Gonzales dan Yoga Pratama yang performanya sedang meningkat.
 
Liestiadi meyakini Persis akan tampil agresif setelah menang 3-0 atas PSBS pada laga terakhirnya. Menurut dia, skuat asuhan Salahudin tersebut pasti bekerja keras untuk tampil habis-habisan.
 
"Tapi kami akan mempertahankan marwah kita. Tim lawan tak boleh mencuri poin di tanah kita," katanya.
 
Sementara itu, Salahudin mengatakan Persis sudah secara fisik hingga taktik permainan untuk menghadapi PSIM. Ia yakin pasukannya yang berjuluk Samber Nyawa itu bisa bermain dengan apik.
 
"Kami sangat respek kepada PSIM. Mudah-mudahan laga nanti berjalan dengan baik," katanya.
 
Persis juga tampil tanpa kekuatan penuh karena setidaknya ada empat pemain yang absen. Kendati demikian, Salahudin menjelaskan siap tampil maksimal dengan pemain yang ada.
 
"Kami percaya keajaiban, tapi tidak berharap dengan keajaiban. Perubahan pelatih bakal membuat PSIM tampil lebih ofensif atau menyerang. Kami yakin mereka bermain lebih menekan," tutur Salahudin.
 


 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif