Djanur (tengah) optimistis di Malang-Medcom.id/Amal
Djanur (tengah) optimistis di Malang-Medcom.id/Amal

Djanur: Persebaya Harus Optimistis Menang di Malang

Bola sepak bola arema malang persebaya Piala Presiden 2019
Amaluddin • 10 April 2019 02:14
Djanur bertekad memompa semangat anak asuhnya agar tidak putus asa, karena untuk menjadi juara masih belum berakhir untuk Persebaya.
 
Surabaya: Persebaya Surabaya sejatinya bakal habis-habisan melawan Arema FC pada leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 12 April 2019 mendatang.
 
Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman, mengaku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan pada leg kedua nanti.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Ingat, ini permainan masih belum berakhir. Kita masih bisa menang, dan kita optimistis untuk juara. Di Jayapura saja bisa, kenapa di Malang nggak," kata Djanur, sapaan akrabnya, usai laga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa 9 April 2019.
 
Djanur menyatakan akan memompa semangat anak asuhnya agar tidak putus asa, karena untuk menjadi juara masih belum berakhir. Meski laga leg kedua lebih sulit, Djanur optimistis bisa merubah keadaan.
 
Baca juga: Marko Simic Bebas dari Tuduhan Kasus Asusila
 
"Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. Target kita menang saat di Malang, walau pun memang tidak gampang, tapi bukan berarti tidak mungkin," kata Djanur.
 
Pada laga kali ini, kata Djanur, anak asuhnya bermain sangat baik pada babak pertama, mampu menguasai permainan hingga mencetak gol. Namun sayang, gelandang andalannya Muhammad Hidayat mengalami cedera dan harus diganti Fandi Eko Utomo.
 
Menurut Djanur, situasi itu kemudian membuat konsentrasi di lini tengah The Green Force buyar. Dan Arema langsung berbalik menguasai pertandingan.
 
"Kelihatannya Fandi kurang siap pada hari ini. Hasilnya memang kurang sesuai harapan," ujar Djanur.
 
Baca juga: Milo Kecewa Arema Baru Penuhi Target 50 Persen
 
Djanur tak mengelak permainan para pemain Persebaya tidak seperti biasanya. Djanur menduga ada beberapa faktor penyebabnya, di antaranya karena waktu istirahat yang terlalu singkat.
 
Sebab, kata Djanur, tiga hari sebelumnya Persebaya Surabaya baru saja menjalani pertandingan berat menghadapi tim bertabur bintang, Madura United.
 
"Saya setuju mereka diuntungkan karena waktu recovery lebih lama satu hari. Satu hari juga sangat berarti. Ditambah lagi sebelumnya kami bermain berat dengan tempo tinggi di Madura," kata Djanur.
 
Persebaya Surabaya hanya bermain imbang 2-2 ketika menjamu Arema FC pada leg 1 final Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4). Gol persebaya dicetak Irfan Jaya dan Damian Emanuel Lizio. Sementara gol balasan dari tim tamu dicetak Hendro Siswanto dan Makan Konate.
 
Video: Reaksi Gattuso Usai Milan Dibekuk Juventus

 

(RIZ)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif