Joko Driyono saat akan menjalani sidang perdana kasus dugaan pengaturan skor (Medcom/Chandra Yuri Nuralam)
Joko Driyono saat akan menjalani sidang perdana kasus dugaan pengaturan skor (Medcom/Chandra Yuri Nuralam)

Penghilangan Barang Bukti Tidak Terkait dengan Jokdri

Bola Pengaturan Skor Sepak Bola
Rendy Renuki H • 19 Juni 2019 09:09
Jakarta: Sidang lanjutan perkara tindak pidana umum dengan terdakwa mantan Plt. ketua umum PSSI Joko Driyono, Selasa 18 Juni, menghadirkan saksi Kokoh Afiat, direktur keuangan PT Liga Indonesia yang juga pimpinan Persija Jakarta. Kokoh mengatakan jika penghilangan barang bukti berupa dokumen di kantor PT Liga Indonesia merupakan dokumen lama dan tidak terkait dengan Jokdi--sapaan Joko Driyono.
 
Kesaksian Kokoh cukup menarik, mengingat Kokoh adalah saksi yang menandatangani berita acara sita dari Satgas Antimafia Bola setelah menggeledah kantor PT Liga Indonesia di Kawasan Rasuna, Jakarta, awal Februari lalu.Diungkapkan Kokoh, dirinya menandatangani berita acara sita yang berisi barang-barang berupa CPU milik Liga Indonesia, alat penghancur kertas milik Liga Indonesia berikut sisa kertas yang masih ada di situ.
 
Bukti yang dihancurkan menurutnya adalah dokumen PT Liga Indonesia saat masih menjadi operator liga sebelum digantikan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Semua dokumen itu adalah dokumen lama di masa Liga Indonesia masih menjadi operator Liga 1 dan Liga 2.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Sejak awal tahun 2016, Liga Indonesia sudah berhenti dan tidak menjadi operator lagi. Diganti dengan PT Liga Indonesia Baru, yang berkantor di Menara Sudirman Jakarta. Saksi dan terdakwa sama sekali tidak menjadi pengurus dalam perusahaan operator kompetisi tersebut," jelas Kokoh menjawab pertanyaan PH terdakwa, Selasa 18 Juni di PN Jakarta Selatan.
 
Ditambahkan saksi lainnya, Subekti, staf keuangan Liga Indonesia yang memerintahkan saksi sebelumnya, Tri Nursalim, untuk menghancurkan dokumen, di mana diungkapkan Subekti bahwa kertas tersebut adalah dokumen keuangan Liga Indonesia. Diketahui dari Kokoh, dokumen itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan materi penyidikan satgas terkait perkara pengaturan skor yang kini disidangkan di PN Banjarnegara, Jawa Tengah dengan terdakwa Priyanto Cs.
 
"Apalagi perkara Banjarnegara itu Liga 3, sedangkan dulu, Liga Indonesia waktu masih aktif, hanya menjalankan Liga 1 dan 2. Jadi semua barang yang disita dari kantor PT Liga Indonesia di kawasan Rasuna Said, sekali lagi saya tegaskan, tidak ada hubungan dengan perkara yang disidik satgas anti mafia bola," urai anggota tim penasihat hukum terdakwa, Mustofa Abidin.
 
Police Line
 
Dalam persidangan Selasa sore itu, Ketua Majelis Hakim, H. Kartim Haeruddin SH, MH, lebih banyak menanyakan kepada para saksi tentang apa yang dilakukan saksi Mardani Mogot dan Mus Muliadi yang memasuki kantor Liga Indonesia melalui pintu khusus di ruangan terdakwa.
 
"Apakah saksi tahu pintu khusus yang dimiliki terdakwa?," tanya ketua majelis kepada saksi Kokoh yang dijawab tahu. Majelis juga menanyakan apakah saksi mengetahui bahwa saksi Dani dan Mus memasuki kantor Liga Indonesia pada saat kantor tersebut sudah dalam posisi terpasang garis polisi.
 
Sidang lanjutan akan kembali digelar Kamis, 20 Juni besok, dengan agenda pemeriksaan keterangan terdakwa.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif