Brigata Curva Sud (BCS)
Brigata Curva Sud (BCS)

Liga 1 Indonesia 2020

Suporter Ultras Ancam Boikot Laga PSS Sleman

Bola sepak bola PSS Sleman
Ahmad Mustaqim • 18 Januari 2020 00:13
Sleman: Salah satu kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) menyatakan akan memboikot setiap laga kandang maupun kandang PSS di Liga 1 musim 2020.
 
Mereka mengancam tak menonton langsung ke stadion, sebagai buntut kekecewaan terhadap manajemen PT Putra Sleman Sembada (PSS).
 
Seperti diketahui, manajemen menunjuk Eduardo Perez Moran sebagai pelatih anyar pada 15 Januari 2020 lalu. Eks asisten Luis Milla di Tim Nasional Indonesia itu menggantikan Seto Nurdiantoro, yang kontraknya tidak diperpanjang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Pergantian kepelatihan itu ternyata berbuntut panjang. Salah satu alasan boikot BCS selain sejumlah problem, adalah soal pergantian pelatih. Seperti yang disampaikan melalui situs suporter ini, bcsxpss.com, Jumat 17 Januari 2020. Mereka diketahui menggaungkan tagar #BCSMELAWAN, yang ditindaklanjuti dengan menggelar forum akbar pada 16 Januari 2020.
 
“Tuntutan kami jelas, delapan tuntutan dan deretan nama yang tidak berprestasi. Sekarang tinggal pilih, keluarkan semua yang tidak berkompeten atau kami yang keluar dari tribun selamanya atau boikot semua pertandingan PS Sleman?” demikian kutipan ancamannya.
 
Ada delapan tuntutan yang disampaikan pada awal Liga 1 musim lalu, yang masih menjadi alasan. Yakni, Pembinaan akademi dengan profesional; pembangunan mes pemain; memiliki lapangan latihan sendiri; penyusunan manajemen bisnis profesional; memaksimalkan fungsi media internal; menghapus posisi ganda di jajaran PT PSS dan manajemen tim; penyelenggaran pertandingan dengan profesional; serta aturan perusahaan yang jelas.
 
“Tidak hanya delapan tuntutan yang gagal dipenuhi, PT PSS juga gagal merangkul pihak-pihak yang berkompeten dan berprestasi untuk PSS. Sekarang PT PSS berisikan orang dengan latar belakang prestasi dan peran tidak jelas,” lanjut kelompok suporter itu.
 
BCS menyebut, deretan nama yang mereka sebut harus dihilangkan manajemen. Mereka adalah: Sismantoro (Manajer PSS musim 2018), Dewanto (Assisten Manajer PSS musim 2018), Retno Sukmawati, istri pemiliki saham minoritas PT PSS, Erry Febrianto alias Ableh (Official PSS 2018); Sigit Pramudya (Fisioterapi PSS 2017-2018); Viola Kurniawati (CEO PT PSS April-Agustus 2019); dan pelatih Seto Nurdiantoro yang membawa PSS juara Liga 2 2018 dan finish posisi ke delapan pada Liga 1 2019.
 
Mereka juga menyebut nama-nama di jajaran manajemen PT PSS, gagal dan tak profesional, termasuk CEO Fatih Chabanto dan Humas PT PSS Yohanes Sigianto. Pun mereka mengatakan, pemain belakang PSS Alfonso De La Cruz tidak profesional dan indisipliner.
 
“Kami sepakat tidak ingin lagi PSS Sleman berjalan mundur dan diisi oleh SDM yang tidak kompeten. Serta beberapa pihak yang tidak berkompeten yang tidak kami ketahui dimohon untuk meninggalkan peran dan jabatannya. Selain itu, kami juga mendesak secepatnya untuk mencari investor yang sesuai dengan masyarakat sepak bola Kabupaten Sleman,” pungkas pernyataan suporter BCS.
 
Humas PT PSS Yohanes Sugianto enggan menanggapi pernyataan dan ancaman suporter itu. Seirama, CEO PT PSS Fatih Chabanto juga memilih bungkam.
 
Video: Shin Tae-yong Soroti Fisik dan Mental Timnas Indonesia

 

(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif