Pelatih Persela Lamongan, Nil Maizar (tengah), dalam sesi konferensi pers usai laga PSS vs Persela (Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Pelatih Persela Lamongan, Nil Maizar (tengah), dalam sesi konferensi pers usai laga PSS vs Persela (Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Diimbangi PSS, Pelatih Persela Akui Timnya Kurang Tajam

Bola persela
Ahmad Mustaqim • 16 Agustus 2019 00:37
Sleman: Persela Lamongan mengamankan satu poin saat tandang melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Kamis, 15 Agustus 2019, malam. Kedua tim bermain imbang 1-1. Gol PSS dicetak lewat sepakan penalti Yevhen Bokhashvili (menit 21) dan gol Persela diciptakan M. Zaenuri (menit 28).
 
Sementara, hasil imbang juga memperpanjang catatan Persela yang sulit meraih kemenangan dalam empat laga terakhir. Mereka terakhir kali menang saat lawan Bali United, yakni menang 2-0 pada 18 Juli lalu. Selepasnya, empat laga terakhir hanya bisa main imbang. Di antaranya, lawan Barito Putera (0-0), Borneo FC (2-2), dan Persib Bandung (2-2).
 
Pelatih Persela, Nil Maizarmenilai ini menjadi salah satu problem Persela, pelatih, dan tim. Menurut dia, Persela ke depan harus bisa tampil lebih tajam.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Bagaimana ke depannya lebih tajam. Lebih kompak lagi. Secara umum saya bangga dengan pemain saya. Mudah-mudahan Lamongan tetap solid, tetap berjuang untuk Persela,"ujar Nil Maizar dalam sesi konferensi pers usai laga.
 
Nilmenginstruksikan pressing ketat kepada pemain lawan di sepertiga pertahanan timnya. Para pemain PSS dinilai akan berbahaya andai diberikan keleluasaan saat menguasai bola.
 
"Jika anda kehilangan bola di kandang lawan, harus melakukan pressure. Kalau tidak dia memainkan kita. Ketika dia main di bola mereka, ketika bola ke kita, kita ke belakang,"


Baca juga: Kartu Merah Menjadi Penyebab PSS Sleman Kehilangan Taring


Ia mengakui tak mudah mendapatkan poin di Sleman. Ia merasa para pemain sudah bekerja sekuat tenaga untuk memenangkan pertandingan. Nil Maizar pun mensyukuri raihan satu poin itu.
 
"Saya salut dengan pemain, karena motivasi mereka sangat tinggi untuk menang. Kita memang belum bisa menang. Walaupun peluang menang ada," katanya.
 
Pemain Persela, Eky Taufik Febriyanto mengatakan pertandingan timnya melawan PSS berjalan sangat ketat. Aksi saling serang diperagakan kedua kesebelasan.
 
"Dari awal, kami mau menang dan tak mau seri. Tetap bersyukur bisa meraih satu poin. Jadi pembelajaran sebelum lawan Semen Padang," katanya.
 
Video: The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
 

 

(GRG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif