Mantan Ketua Umum Jakmania, Muhammad Larico Ranggamone. (Foto: medcom.id/Daviq Umar)
Mantan Ketua Umum Jakmania, Muhammad Larico Ranggamone. (Foto: medcom.id/Daviq Umar)

Cerita Pengeroyokan Suporter Indonesia di Malaysia

Bola timnas indonesia
Daviq Umar Al Faruq • 25 November 2019 16:05
Malang: Mantan Ketua Umum Jakmania, Muhammad Larico Ranggamone menceritakan kronologis peristiwa pengeroyokan dua suporter Indonesia di Malaysia beberapa waktu lalu.
 
Diakuinya, peristiwa itu terjadi sehari sebelum pertandingan antara Timnas Malaysia dan Indonesia dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa 19 November 2019.
 
"Pemukulan terhadap suporter Indonesia terjadi sehari sebelum atau malam sebelum pertandingan. Itu terjadi di McD (McDonald's) daerah Sungai Besi, Bukit Bintang," katanya saat ditemui medcom.id di Malang, Jawa Timur.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Saat itu, ada dua suporter Indonesia yang hendak mencari makan di luar lokasi penginapan sekitar pukul 02.00 malam waktu Malaysia. Setelah selesai makan, kedua suporter kemudian pergi dengan mengendarai ojek online.
 
"Ketika habis makan, mereka naik Grab, tiba-tiba ditarik dari Grab ada dua orang korban. Mereka luka patah-patah di hidung, muka bengep dan semuanya. Semua barangnya diambil, semua barangnya dirampas," bebernya.
 
Rico, sapaan akrabnya, mengaku saat itu banyak suporter Indonesia yang memang tengah makan malam di McD. Namun, kedua suporter yang menjadi korban pengeroyokan kebetulan terpisah dari rombongan.
 
"Mereka jalan dengan sendirinya. Saya pun sempat makan di McD. Di sana banyak suporter lainnya dan pulang sama rombongan. Nah dua orang ini mungkin kena sial," kisahnya.
 
Berdasarkan informasi yang diperoleh Rico, dua suporter Indonesia ini dikeroyok oleh lebih dari 40 orang. Akibatnya, dua suporter tersebut mengalami luka yang cukup serius.
 
"Kondisinya patah-patah semuanya. Barangnya semua diambil, sepatunya jaketnya diambil semuanya. Pelakunya terhitung banyak lah, lebih dari 40 orang, banyak banget," ungkapnya.
 
Sebelumnya, beredar isu bahwa suporter Indonesia yang dianiaya pendukung Malaysia dengan cara dikeroyok dan ditusuk hingga meninggal dunia. Rico menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar.
 
"Penusukan mungkin itu hoax ya. Penusukan tidak ada. Itu berita lama ya. Tapi kalau penganiayaan benar adanya," pungkasnya.
 
Video: Menpora Malaysia Akhirnya Minta Maaf Soal Pengeroyokan WNI
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif