Akmal Marhali (paling kanan) pada acara diskusi sepak bola nasional bertema #PSSIHarusBaik di Graha Pena Surabaya, Jawa Timur-Medcom.id/Amaluddin
Akmal Marhali (paling kanan) pada acara diskusi sepak bola nasional bertema #PSSIHarusBaik di Graha Pena Surabaya, Jawa Timur-Medcom.id/Amaluddin

SOS: Bandar, Exco Hingga Pemain Terlibat Pengaturan Skor

Bola bola kasus suap
Amaluddin • 18 Desember 2018 06:18
Surabaya: Praktik pengaturan skor (match fixing) dalam persepakbolaan Indonesia masif dan tersistematis. Sebab, banyak pihak dilibatkan untuk mengatur skor bola tersebut. Hal itu diungkapkan Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali pada acara diskusi sepak bola nasional bertema #PSSIHarusBaik di Graha Pena Surabaya, Jawa Timur, Senin 17 Desember 2018.

"Pengaturan skor itu melibatkan banyak pihak, mulai dari investor, federasi, Komisi Disiplin, Exco PSSI, bahkan pemain dan pelatih juga ikut andil, terlibat," ujar Akmal.

Menurut Akmal, pengaturan skor sepak bola Indonesia oleh mafia terjadi sejak tahun 2011. Itu terjadi sejak APBD dilarang membiayai sebuah klub sepak bola, sehingga bandar-bandar judi mulai masuk ke Indonesia dan disambut baik pengurus sepak bola dalam negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca juga: Ungkap Match Fixing, Bambang Suryo Dapat Ancaman Dimutilasi "Pengurus sepak bola Indonesia bingung ketika APBD dilarang membiayai klub di Indonesia. Akhirnya semua pihak bekerja sama dengan bandar judi. Bandar judi itu masuk ke Indonesia karena ada yang membukakan pintu. Sama halnya orang mau bertamu dan masuk rumah karena dibukakan pintu si pemilik rumah," kata Ikmal.

Berdasarkan investigasi SOS, lanjut Akmal, ada sekitar lima bandar judi yang berperan penting bermain dalam pengaturan skor di setiap kompetisi di Indonesia. Di antaranya DAS yang berasal dari Malaysia, yang pada 2015 tertangkap bersama mantan wasit bernama Nazaruddin, karena terlibat pengaturan skor SEA Games.

Selain DAS, ada juga bandar bernama Jimy, yang juga pernah disadap untuk mengetahui god fathernya bandar judi. Tetapi, kata Ikmal, waktu itu nama yang didapati malah Bambang Suryo.

Baca juga: Proses Match Fixing Versi Bambang Suryo

"Akhirnya Bambang Suryo maaf-maaf minta jadi justice collaborator untuk buka semuanya. Tapi faktanya hanya di tengah jalan saja sampai Bambang Suryo lepas semuanya. Gak ada hukumannya orang yang mau tobat malah balik lagi," kata Akmal.

Bandar lainnya, lanjut Akmal, diketahui bernama Mikel. Kemudian ada juga bandar bernama ZAR, dan yang terakhir bernama FON. Semua bandar tersebut, kata Akmal, ikut terlibat dalam pengaturan skor bersama petinggi-petinggi sepak bola Indonesia.

"Saya nggak bisa sebutkan namanya karena harus ada bukti valid. Belum ada tangkap tangan setor uang. Tapi kalau jujur, mereka mau taubatan nasuha, semua pasti mengakui itu semua," ujar Akmal.

Video: Bambang Suryo Dapat Ancaman Usai Bongkar Praktik Pengaturan Skor
 


(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi