Ilustrasi by Medcom.id
Ilustrasi by Medcom.id

APPI Protes Keputusan PSSI Soal Gaji Pemain

Bola Virus Korona liga 1 indonesia
Rendy Renuki H • 30 Maret 2020 08:19
Jakarta: Asosisasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) memprotes keputusan PSSI soal gaji pemain. Keputusan itu dibuat PSSI dalam Surat Keputusan nomor 48/SKEP/III/2020 tentang status force majeur kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020, 27 Maret lalu.
 
APPI keberatan dengan keputusan PSSI memerintahkan klub membayar gaji 25 persen pada Maret hingga Juni kepada pemain dan ofisial selama masa force majeur. Keputusan tersebut dinilai hanya dilakukan secara sepihak oleh PSSI.
 
Mereka menuntut PSSI merevisi keputusan tersebut melalui surat nomor 063/APPI-KP/III/2020. APPI meminta proses revisi melibatkan para pemain dan ofisial.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Proses pengambilan keputusan diambil tidak melibatkan pesepak bola sebagai stakeholder," bunyi petikan surat tuntutan APPI.
 
Asosiasi pemain itu menilai keputusan itu seharunya disepakati kedua pihak (klub dan pemain). Mereka meminta semua keputusan terkait status kompetisi yang berimplikasi dengan kontrak pemain agar melibatkan pemain itu sendiri.
 
Surat protes APPI itu pun ditembuskan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sam Bera dan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Cucu Somantri. Serta Ketua Status Komite FIFA Hack Raymond dan Sekjen FIFPro Jonas Baer-Hoffmann.
 
Berikut sikat APPI terkait keputusan PSSI tersebut:
 
1. Proses pengambilan keputusan diambil tidak melibatkan pesepakbola sebagai stake holder dan juga salah satu pihak yang paling terdampak dalam hal ini yang mengakibatkan banyaknya hal-hal yang belum termuat dalam SK tersebut;
 
2. Keputusan pembayaran gaji sebesar 25% sejak Maret-Juni merupakan hal yang seharusnya disepakati oleh kedua belah pihak terlebih dahulu. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perubahan Kontrak Kerja wajib dilakukan dengan kesepakatan antara Klub dan Pesepakbola, tidak bisa dilakukan sepihak;
 
3. Sehubungan dengan kewajiban klub sebelum SK tersebut dikeluarkan, maka klub wajib melakukan pembayaran DP dan gaji hingga bulan Maret 2020 sesuai dengan kontrak kerja antara klub dengan pesepakbola;
 
4. Hal-hal yang belum disentuh dalam SK tersebut seperti jika kompetisi dimulai lebih cepat atau keadaan semakin memburuk sehingga kompetisi dinyatakan berhenti sebelum bulan Juni, hingga status kontrak pemain jika ada perpanjangan durasi yang belum difasilitasi oleh PSSI;
 
5. APPI meminta untuk segala keputusan terkait dengan status kompetisi yang berimplikasi dengan kontrak pemain untuk melibatkan kami sebagai perwakilan pesepakbola di Indonesia. Hal ini didasari dengan apa yang kini sedang terjadi di tingkat global maupun konfederasi antara FIFA dengan FIFPro dan AFC dengan FIFPro Asia/Oceania yang proses diskusinya tengah berlangsung.
 

(REN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif