Jumpa pers Mitra Kukar usai laga kontra Persija, Minggu 9 Desember (Medcom/Rendy Renuki)
Jumpa pers Mitra Kukar usai laga kontra Persija, Minggu 9 Desember (Medcom/Rendy Renuki)

Alasan di Balik Protes Keras Mitra Kukar ke Wasit

Bola liga 1 indonesia
Rendy Renuki H • 10 Desember 2018 08:00
Jakarta: Mitra Kukar melayangkan protes keras kepada wasit pada laga yang dimenangkan Persija 2-1 di pekan terakhir Liga 1, Minggu 9 Desember. Para pemain hingga pelatih Rahmad Darmawan memprotes keputusan wasit hingga ke pinggir lapangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Menurut RD--sapaan Rahmad Darmawan--dua gol Persija yang dicetak Marko Simic mengandung kontroversi. Terlebih, gol pertama lewat titik putih yang dinilainya tidak perlu terjadi.

Ia mengatakan pemainnya tidak melanggar Simic saat mencoba menggapai umpan di muka gawang Kukar. Simic menurutnya tidak menguasai bola dan justru para pemain Persija yang tampak mengapit pemain Mitra Kukar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Pertama, tadi ada penalti, jujur saya protes. Menurut pengamatan saya, Marko Simic tidak menguasai bola dan dua pemain mereka mengapit pemain saya. Tapi okelah wasit memberikan penalti, tidak terlalu apa-apa buat saya. Karena saya pikir kami masih bisa," ujar RD usai laga. Emosi RD dan pemain tim Naga Mekes terpancing saat gol kedua Simic menit 58. Menurutnya pemain Persija berusaha menghalangi kiper Yoo Jaehoon untuk menangkap bola.

"Awalnya saya tidak terlalu mau frontal protes. Tapi saya melihat pemain saya sudah emosional semua. Saya takut terjadi apa-apa, saya datangi asisten wasit 1. Dan mereka sempat melakukan protes terlalu keras sehingga saya kemudian datang untuk melerai pemain saya, saya marah saja kepada asisten wasit 1," papar dia.

"Kebetulan, asisten wasit 1 mendekati saya, saya bilang sama dia silakan lihat rekaman supaya lebih fair. Saya ingin wasit juga tahu kesalahannya karena dalam posisi di dalam kotak 5 meter itu adalah zona penjaga gawang, mereka itu tidak diboleh diganggu. Itu saja sih sebenarnya yang mendasari saya melakukan protes, karena ini pertandingan menentukan untuk kedua tim," tutup pelatih 52 tahun itu.

Kemenangan itu membawa Persija menjadi kampiun Liga 1 musim ini setelah mengamankan posisi puncak klasemen. Sebaliknya, kekalahan membuat Mitra Kukar harus menerima kenyataan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

 


(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi