Fakhri Husaini. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Fakhri Husaini. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Usai Tolak Tawaran Timnas, Fakhri Tutup Pintu untuk Klub Lokal

Bola timnas u-19 Timnas U-23 timnas indonesia liga 1 indonesia Timnas U-22
Kautsar Halim • 09 Januari 2020 17:35
Jakarta: Mantan pelatih tim nasional U-16 dan U-19, Fakhri Husaini, memastikan diri untuk tidak melatih klub-klub profesional Tanah Air. Itu terjadi karena dia masih berstatus sebagai karyawan PT Pupuk Kaltim.
 
“Saat ini saya berstatus PT Pupuk Kaltim. Selama masih menyandang status itu, saya tidak bisa melatih klub,” ujar Fakhri seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/1/2019).
 
Juru taktik yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-16 2018 itu menjelaskan, dirinya berarti bekerja di dua perusahaan berbeda jika tetap melatih klub profesional. Dan, itu sama saja melanggar peraturan perusahaan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Seperti diketahui, tim-tim profesional Indonesia berada dalam naungan perusahaan berbadan hukum perseroan terbatas (PT). Tapi, lain soal jika Fakhri melatih tim nasional Indonesia. Sebab, itu berkenaan dengan urusan negara dan perusahaan pun memang memberi izin.
 
“Saya bisa melatih timnas karena itu kepentingan negara,” kata pria asal Aceh tersebut.
 
Fakhri tetap menjalani pekerjaan sebagai pelatih meskipun kontraknya sebagai juru taktik timnas U-19 tidak diperpanjang pada akhir 2019 lalu. Tapi, tugas itu dia dedikasikan untuk akademi sepak bola PT. Pupuk Kaltim.
 
“Di Pupuk Kaltim saya masih tetap melatih. Ada akademi di sini. Perusahaan mempunyai program pembinaan pesepak bola muda,” tutup Fakhri.
 
Sebelum memastikan diri tidak bisa melatih klub profesional Indonesia, Fakhri sempat mengumumkan bahwa dirinya menolak tawaran PSSI yang ingin menjadikannya asisten pelatih timnas Indonesia. Menurutnya, tugas sebagai pendamping pelatih Shin Tae-yong itu tidak menantang.
 
"Kalau misalnya saya dianggap tak mampu tangani tim, saya menganggap mereka melecehkan saya sebagai pelatih lokal. Kecuali kami gagal kemarin di kualifikasi Piala Asia U-19 atau lolos ke putaran final sebagai runner up terbaik atau lolos dengan tersandung-sandung, okelah. Saya tidak melihat alasan seperti itu," kata Fakhri pada waktu yang berbeda. (ANT)
 

 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif