PSIS Semarang

Dinakhodai Pelatih Italia, Asupan Makanan Skuat PSIS Berubah

Budi Arista Romadhoni 17 April 2018 21:04 WIB
soccertainmentliga 1 indonesia
Dinakhodai Pelatih Italia, Asupan Makanan Skuat PSIS Berubah
Pelatih PSIS Semarang Vincenzo Alberto Annese (kanan) bersama Bruno Silva (foto: PSIS Semarang)
Semarang: Dinakhodai pelatih Vincenzo Alberto Annese, pola hidup skuat PSIS Semarang berubah drastis. Perubahan itu juga terasa pada asupan makanan yang mereka konsumsi.

Hal itu diakui oleh Dokter PSIS Semarang, Dwi Yoga Yulianto. Ia mengungkapkan pelatih berkebangsaan Italia itu bukan hanya memberikan perubahan pada porsi latihan, tetapi juga di dapur PSIS.

Yoga mengaku harus mengganti asupan makanan, dengan memperbanyak makanan yang mengandung protein dan kalori.


"Supaya tidak lemas ya, diubah dengan protein sama kalori, yaitu daging dan sayur. No Rice, nasi hanya malam hari. Karbohidrat kita ganti pasta dan roti," ujar Dwi Yoga di Lapangan Terang Bangsa, Semarang, Selasa 17 April 2018..

Klik di sini: Masuki Usia Senja, Mandzukic Dipersilakan Tinggalkan Juventus


Mengubah makanan tidaklah mudah. Yoga menuturkan para pemain sempat protes, karena makanan yang dirasakan tidak membuat mereka merasa kenyang.

"Pemain asing tidak masalah. Pemain indonesia yang mengeluh. Karena merasa kurus, tapi berat badan masih sama," tuturnya.

Lebih lanjut Yoga mengatakan sudah selama satu minggu ini ia mengubah asupan makanan para laskar mahesa jenar. Sebab ini merupakan permintaan sang pelatih.

"Asupan gizi kita maksimalkan, mengubah kebiasaan makan nasi. Ya seperti diet. Makanan diatur nasi cuma malam. Pagi makanan kecil dan protein seperti telur, roti dan susu," ucapnya.

Klik di sini: Brasil dan Kroasia akan Bentrok di Anfield

Annese bukan tanpa alasan memberikan asupan makanan yang berbeda dari biasanya. Hal tersebut dianggap sebagai sebuah proses pola hidup dan latihan yang dilakukan para pemain PSIS Semarang selama dilatihnya.

"Latihannya kalau pagi sampai siang, sore masih latihan, fisik pemain bisa drop. Menu makanan saya ubah, dan waktu istirahat juga ketat," lanjut Dwi Yoga.

Kemudian ia menjelaskan latihan siang hari memang memengaruhi cedera. Sebab pemain akan kekurangan cairan dan elektrolit. Para pemain harus mengimbangi dengan mengubah pola hidup.

"Jam 9 malam harus tidur. Siang sebenarnya enggak boleh tidur sama pelatih. Sebelum bertanding mereka makan no rice, tapi protein yang banyak. Mengubah makanan karena prosi latihan pelatih yang kita lihat," tandasnya lagi. 

Perayaan Juara Manchester City




(FIR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id