Skuat PSS Sleman saat merayakan gelar juara Liga 2 2018 (Foto: medcom.id/Zam)
Skuat PSS Sleman saat merayakan gelar juara Liga 2 2018 (Foto: medcom.id/Zam)

Wabah Virus Korona

Finansial Dihantam Pandemi, PSS Sleman Berharap Dukungan Suporter

Bola Virus Korona liga 1 indonesia
Ahmad Mustaqim • 21 Mei 2020 16:42
Sleman: PSS Sleman berharap besar bisa kembali mendapatkan dukungan para suporternya, termasuk Slemania maupun Brigata Curva Sud (BCS). Salah satu alasannya, karena pandemi covid-19 mengganggu perekonomian seluruh klub di Indonesia, tak terkecuali Laskar Sembada.
 
Direktur PT Putra Sleman Sembada (PSS) Hempri Suyatna mengatakan, pihaknya sudah berupaya membayar gaji pemain meskipun tidak penuh. Menurutnya, PSS patuh dengan instruksi PSSI yang mengizinkan klub membayar gaji para pemainnya sebesar 25 persen dari kesepakatan awal untuk Maret sampai Juni.
 
"Untuk gaji pemain pada bulan Maret kami masih bayarkan penuh 100 persen. Namun untuk April sampai Juni, kami baru ikuti arahan dari PSSI dengan membayar sebesar 25 persen gaji mereka," kata Hempri di Sleman, Kamis (21/5/2020).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Hempri menyatakan, selama hampir dua bulan sejak kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dihentikan, manajemen memastikan skuat PSS masih dalam formasi lengkap. Para pemainnya pun tidak ada yang mengundurkan diri karena karena penghasilannya berkurang.
 
"Belum ada pemain yang sampai mundur selama kompetisi dihentikan. Komunikasi kami dengan pemain terus berjalan baik," ujarnya.
 
Klub berjuluk Super Elang Jawa saat ini telah menapaki usia ke-44 pada Rabu 20 Mei. Hempri berharap, PSS semakin dekat dengan mimpinya untuk berlaga di level Asia. Atas dasar itu, pihaknya juga berharap dukungan dukungan para suporter, baik dari BCS maupun Slemania tetap terjaga.
 
PSS Sleman tidak mulus mengawali kompetisi Liga 1 Indonesia 2020 karena adanya aksi boikot sebagian suporter, khususnya dari BCS. Laga kandang mereka yang sepi suporter merupakan bentuk aksi boikot itu.
 
Boikot suporter dipicu karena tak diperpanjangnya kontrak mantan pelatih kepala PSS, Seto Nurdiyantoro. Seto dianggap mayoritas suporter berjasa dalam kebangkitan PSS di kasta tertinggi Liga 1.
 
"Kami butuh dukungan suporter, harapannya kompetisi jika bergulir nanti suporter bisa kembali memberikan dukungan," tutup Hempri.

 

(KAH)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif