Ilustrasi by Medcom.id
Ilustrasi by Medcom.id

Presiden Borneo FC Bayar Gaji Pemain dengan Kocek Pribadi

Bola liga 1 indonesia
Kautsar Halim • 21 Mei 2020 13:28
Jakarta: Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, membeberkan bahwa klubnya mengalami masalah finansial akibat pandemi virus korona. Dia bahkan menegaskan harus terpaksa menggunakan uang pribadi untuk membayar gaji pemain.
 
"Menggunakan uang pribadi karena selama ini Borneo memang minim sponsor," ujar Nabil seperti dikutip dari Antara, Rabu (20/5/2020)
 
Borneo sudah memasuki bulan ketiga tanpa adanya pemasukan. Sedangkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi baru melunasi termin kedua subsidi klub-klub peserta pada Rabu 20 Mei. Padahal, dana subsidi itu dijadwalkan cair pada Maret lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Belum ada kepastian tentang kelanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia 2020 sejak ditangguhkan pada akhir Maret. PSSI selaku induk sepak bola Tanah Air hanya sempat mengatakan pihaknya bakal menghentikan kompetisi apabila pemerintah memperpanjang status tanggap darurat covid-19.
 
Selama empat bulan belakangan ini, setiap klub wajib tetap diwajibkan melaksanakan tanggung jawabnya membayar gaji pemain. Namun, PSSI sudah mempersilakan klub untuk memotong gaji tersebut hingga 25 persen.
 
Inilah yang membuat Nabil menyebut bahwa pembayaran subsidi termin kedua sebesar Rp520 juta belum cukup untuk membiayai klub. Apalagi, pencairan subsidi dari LIB untuk termin kedua juga terlambat.
 
"Keterlambatan cukup merepotkan. Akan tetapi, paling tidak itu dapat membantu mengurangi beban tim," tutur Nabil yang enggan membeberkan jumlah pengeluarannya setiap bulan untuk Borneo FC.
 
Keresahan serupa juga dirasakan tim Liga 2 PSIM Yogyakarta. David Hutauruk selaku manajer klub berujar, timnya sangat merasakan dampak dari ketiadaan kompetisi karena mereka menggantungkan pemasukan dari tiket penonton.
 
"Kalau tidak ada pertandingan, otomatis tidak ada pemasukan. Sedangkan instruksi PSSI harus tetap memberikan gaji 25 persen, sementara operasional tetap berjalan," kata David.
 
Dalam situasi berat karena pandemi, David mengaku sangat bersyukur PT LIB juga melunasi subsidi termin pertama sebesar Rp250 juta. Sikap positif itu tetap ditunjukkan David meski pembayarannya molor sekitar tiga bulan.
 
"Kami sangat terbantu di tengah kesulitan ini. Kami pun optimistis liga masih bisa berlanjut," ujar David.
 


 

(KAH)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif