The Three Lions ketika itu keluar sebagai runner-up Grup B Euro 2016. Bersama Wales dan Slovakia, tiga negara dari Grup B tersebut melenggang ke babak 16 besar.
Di babak 16 besar, Inggris harus bertemu tim yang baru pertama kali lolos, yaitu Islandia yang menjadi runner-up Grup F. Ketika di penyisihan grup, Gylfi Sigurdsson cs bahkan sempat mampu mengatasi Portugal, yang akhirnya mengangkat trofi juara kala itu.
Pertandingan tersebut di atas kertas menempatkan Islandia dalam posisi underdog. Namun, secara mengejutkan tim asuhan Heimir Hallgrimson itu bisa menundukkan Inggris dengan skor tipis 2-1.Baca juga: Neymar Masih Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2018
Kedua negara, Islandia dan Inggris kembali lolos ke Piala Dunia 2018 Rusia. Meski pernah menjadi mimpi buruk, Alli menegaskan momen tersebut malah menolong negaranya untuk menjadi lebih baik lagi.
"Ya, saya sangat yakin bagaimanapun kami mendapatkannya (bantuan) dari situ (kekalahan dari Isalndia). Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di sebuah turnamen. Tetapi sebagai tim kami merasa lebih kuat. Kami lebih menyatu dan kami belajar dari situ. Penting untuk belajar bersama-sama dari situ," kata gelandang Tottenham tersebut.
Roy Hodgson yang di Euro 2016 mengasuh Inggris, kini sudah digantikan Gareth Southgate. Di tangan eks pelatih Middlesbrough itu, Alli mengungkapkan kepercayaannya.Baca juga: Messi Tidak Butuh Piala Dunia untuk Label Pemain Terbaik
"Gareth adalah manajer yang hebat dan juga orang yang hebat. Ia sangat baik dan yang terpenting orangnya enak diajak bicara. Ketika Anda menyatukan orang-orang dari berbagai klub, yang terpenting adalah setiap orang akrab dan ia sangat bagus dalam berbicara dengan semua orang. Saya bangga bermain untuknya," tambah Alli. (Soccerway)
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga
Video: Bima Sakti Panggil Egy Maulana untuk Hadapi Jepang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RIZ)
