Homeless World Cup (HWC) 2018

Indonesia Bawa Pulang Fair Play Award HWC 2018

Fajar Nugraha 19 November 2018 21:50 WIB
bolaliga dunia
Indonesia Bawa Pulang Fair Play Award HWC  2018
Penyerahan Piala Fair Play untuk tim Indonesia (Dok: Rumah Cemara)
Mexico City: Tim Nasional Indonesia untuk Homeless World Cup (HWC) 2018 memang hanya menempati posisi 10 klasemen akhir. Namun tim berhasil membawa pulang Richard Ishmail Fair Play Award atau Piala Fair Play. 

“Tentunya penghargaan ini tidak disangka-sangka. Bagi kami ini melebihi kemenangan atas apapun di HWC,” kata manajer tim, Yana Suryana usai pertandingan di Zocalo Capitalino, Mexico City, Minggu (18/11). 

Penggagas sekaligus Presiden HWC Mel Young langsung menyerahkan piala tersebut kepada Timnas Indonesia. Sebelumnya, dia menyerahkan piala untuk Kolombia sebagai tim pendatang baru terbaik, serta berbagai penghargaan bagi pemain terbaik putra dan putri, serta pelatih terbaik putra dan putri.


Baca juga: Umuh Geram Pemain Persib Dituding Terima Suap


Penyerahan Piala Fair Play untuk tim Indonesia (Dok: Rumah Cemara)

"Dalam keikutsertaan Indonesia dalam HWC sejak tahun 2011, belum pernah sekalipun mendapatkan penghargaan seperti ini. Kami tidak tahu bagaimana penilaiannya. Yang pasti tim Indonesia tidak pernah mendapatkan kartu dan tidak pernah protes ke wasit saat pertandingan,” tambah Yana. 

Pada HWC 2018 ini, Indonesia menurunkan Rizal Ferdian Somawijaya (24 tahun), Eva Dewi Rahmadiani (34), Dego Z. Arifin (25), Adam Riyaldi (21), Miftaul Maarif (19), M. Fajar Priatna (25), Samsul Rizal (26), dan Yandi Abdul Rajab (24). Mereka memiliki latar belakang berbeda-beda. Ada yang berasal dari keluarga kurang mampu, mantan pengguna narkoba, mantan narapidana, dan orang dengan HIV. 


Tim Rusia dan Indonesia sebelum bertanding (Dok: Rumah Cemara)

Yana memaparkan, kehadiran tim Indonesia dalam HWC memang bukan mengejar prestasi dengan segala cara. Seleksi pemain lewat gelaran Liga Perubahan yang dilakukan Rumah Cemara, selaku penyelenggara nasional HWC, menekankan bagaimana seseorang mau mengubah dirinya melalui medium sepak bola jalanan atau street soccer seperti yang dipertandingkan dalam HWC. 

Baca juga: Persela Siap Jegal Persija di Stadion GBK

“Justru apresiasi dari HWC ini memperlihatkan nilai-nilai yang kami bawa itu dihargai dan membuahkan hasil,” terang Yana. 

Dalam pertandingan final memperebutkan Fundación Carlos Slim Trophy, Dego Z. Arifin dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Rusia. Indonesia sempat memimpin 1-0 saat pertandingan memasuki waktu tiga menit. Namun, itu tidak bertahan lama karena Rusia berhasil menyamai kedudukan dan malah menambah golnya pada menit ke-4. 


Laga Indonesia Vs Rusia (Dok: Rumah Cemara)

Pada menit ke-6, Dego melesakkan bola ke gawang dan berbuah gol, memanfaatkan kekosongan pertahanan lawan. Skor kembali imbang 2-2. Beberapa detik kemudian, Rizal Ferdian Somawijaya menambah gol Indonesia. Namun, keunggulan 3-2 tidak bertahan lama. Rusia kembali menambah dua gol dalam waktu kurang dari satu menit. Babak pertama berakhir dengan skor 3-4. 

Memasuki babak kedua, pemain Indonesia tampak tidak bisa membangun serangan. Pertahanan ketat dari pemain Rusia membuat Indonesia tidak menambah gol sama sekali. Sebaliknya, tendangan pemain Rusia bersarang hingga lima kali ke gawang Indonesia yang dikawal Adam Riyaldi. Kedudukan 3-9 untuk Rusia tidak berubah hingga pertandingan berakhir. 

Sekilas Kejuaraan Homeless World Cup (HWC)

Diadakan kali pertama pada tahun 2003 di Graz, Austria, untuk memperbaiki permasalahan sosial terkait ketunawismaan, termasuk di dalamnya permasalahan seperti konsumsi narkoba, HIV-AIDS, kemiskinan, dan kurangnya akses kepada pendidikan. 

Kejuaraan sepak bola jalanan HWC diadakan setiap tahun, sebuah kompetisi internasional, yang mempersatukan lebih dari 300.000 orang-orang yang punya permasalahan terkait ketunawismaan dan yang termarginalkan secara sosial untuk mendapatkan kesempatan sekali seumur hidupnya dan mewakili negaranya serta mengubah kehidupannya. 

Pemain dalam satu tim bisa laki-laki semua, perempuan semua, atau gabungan. Setiap tim maksimal membawa 8 pemain, dengan menurunkan 4 pemain di lapangan (termasuk kiper).

HWC didukung oleh lembaga besar seperti UEFA, FIFPro, Uni Eropa, dll. Selain itu, dalam perjalanannya, HWC telah melahirkan Ambassador yang membantu mengusung tema perubahan sosial terkait tunawisma, seperti Eric Cantona, Didier Drogba, Rio Ferdinand, aktor Hollywood Colin Farrel dan penulis novel Trainspotting, Irvine Welsh.

Rumah Cemara adalah organisasi komunitas yang memimpikan Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi di mana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju, memperoleh layanan HIV dan NAPZA yang bermutu, serta dilindungi sesuai konstitusi. Rumah Cemara yang mengirimkan delegasi Indonesia ke HWC 2018.

Video: PSIS Semarang Tekuk Persib Bandung 3-0
 



(RIZ)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id