Isu rasisme seperti tak ada habisnya menjalar, termasuk ke dunia sepak bola yang seharusnya menyatukan perbedaan dari berbagai penjuru negara. Slogan "Katakan Tidak Pada Rasisme" yang dikumandangkan UEFA belum sepenuhnya mampu menghanguskan isu tersebut.
Mendekati pagelaran Piala Dunia 2018 di Rusia, isu rasisme menjadi salah satu fokus yang berpotensi menodai turnamen bergengsi tersebut. Teranyar, isu tersebut muncul di liga domestik negara terluas di Eropa itu.
Stadion Spartak Moscow terpaksa dikenai sanksi usai insiden berbau rasisme dari para pendukungnya saat laga melawan Lokomotiv Moscow.Baca juga: Disanksi UEFA, Marseille Hadapi Leipzig Tanpa Fan
Southgate lebih memilih menyoroti tanah airnya sendiri ketimbang membahas isu rasisme di Rusia. Menurut eks pelatih Middlesbrough itu, masih banyak terjadi hal serupa di sepak bola Inggris.
"Masalah apapun yang terjadi di lapangan, panduan dari FIFA jelas soal bagaimana Anda harus melaporkan insiden-insiden itu. Tetapi saya rasa kita tidak bisa hanya membahas masalah rasisme di Rusia. Hal-hal serupa masih terjadi di negara kita (Inggris)," kata Southgate.
"Jadi kami selalu menyalahkan Rusia, ketika kami akan jadi tamu (Piala Dunia) untuk beberapa bulan ke depan. Tetapi kami belum bisa menyelesaikan masalah tersebut di negara kami, dan sampai kami bisa menyelesaikannya berhentilah menyalahkan yang lain," tambahnya.Baca juga: Ditunjuk jadi Kapten Belanda, Van Dijk Ingin Curi Ilmu dari Henderson
Inggris dijadwalkan berjumpa Belanda pada pertandingan persahabatan dini hari nanti. Duo Liverpool, Jordan Henderson dan Virgil Van Dijk, sudah ditetapkan menjadi kapten tim negaranya.(Soccerway)
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga
Video: Menpora Apresiasi Kedatangan David Beckham ke Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RIZ)
