Dua suporter Indonesia yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia saat berbincang dengan Koordinator Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat (kiri) (Foto: Antara/Agus Setiawan)
Dua suporter Indonesia yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia saat berbincang dengan Koordinator Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat (kiri) (Foto: Antara/Agus Setiawan)

Dua Suporter Indonesia Dipulangkan Malaysia Hari Ini

Bola liga dunia timnas indonesia Anarkisme Suporter Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia
Patrick Pinaria • 25 November 2019 17:33
Jakarta: Nasib suporter Indonesia yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia (PRDM) di Kuala Lumpur akhirnya menemui titik terang. Dua dari tiga suporter dipastikan sudah terbebas dari kasus teror bom di media sosial dan dipulangkan Indonesia pada Selasa 25 November atau hari ini.
 
Tiga suporter Indonesia ditangkap PRDM saat ingin menyaksikan timnya menghadapi Malaysia pada laga kelima Grup G Piala Dunia 2022 zona Asia, Selasa 19 November. Ketiganya ditangkap di depan gerbang Stadion Bukit Jalil karena diduga melakukan teror bom di media sosial terkait pertandingan.
 
Kini, nasib ketiga suporter tersebut sudah mulai menemui titik terang. Dua di antaranya sudah dipulangkan pada hari ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Ada satu informasi baru. Sekitar sejam lalu, saya dihubungi pihak KBRI di Kuala Lumpur, ada tiga orang ditahan beberapa hari lalu polisi raja Malaysia, dua di antaranya besok pagi sudah akan diberi fasilitas untuk pulang ke Indonesia," ujar Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto kepada wartawan di Daan Mogot, Jakarta, Minggu (25/11/2019).
 
Lebih lanjut, Gatot mengaku pihaknya belum bisa memastikan kondisi satu suporter yang masih ditahan PDRM. Namun, ia berjanji pihaknya akan terus memantau perkembangannya.
 
"Kami berharap satu suporter ini segera menyusul. Tetapi, kami belum tahu perkembangan lebih lanjut. Karena itu, kewenangan pihak kepolisian setempat. Imbauan kami, kalau bisa dipertimbangkan lagi, satu suporter ini bisa segera dipulangkan. Kami pemerintah berharap masalah ini segera tuntas," lanjut Gatot.
 
"Tetapi, kami tidak ingin mencampuri dalam negeri Malaysia. Kalau ada hal-hal yang signifikan dan alasannya cukup kuat tidak bisa dibebaskan, itu urusan dalam negeri di Malaysia," tuturnya.
 
Menurut Fuad, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di sekitar daerah Bukit Bintang pada Selasa 19 November pukul 02.00 waktu setempat. Beberapa jam sebelum pertandingan Malaysia kontra Indonesia pada pertandingan kelima Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.
 

Video: Meski Kalah 2-1, Lampard Tak Terlalu Kecewa
 

 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif