Michel Platini. (Foto: AFP/Sebastian Derungs)
Michel Platini. (Foto: AFP/Sebastian Derungs)

FIFA Siap Membantu Kepolisian Membongkar Kasus Korupsi di Sepak Bola

Bola liga dunia fifa
Muhammad Al Hasan • 19 Juni 2019 15:19

FIFA menegaskan takkan menghalangi pemeriksaan kepolisian terkait dugaan kasus korupsi. Federasi sepak bola dunia itu akan membantu jika diperlukan dalam penyelidikan kepolisian.

Prancis: Federasi sepak bola dunia (FIFA) menyatakan siap membantu penyelidikan kepolisian atas dugaan kasus korupsi pada pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
 
Kendati demikian, FIFA tidak berani berkomentar lebih jauh terkait Michel Platini. Mereka berdalih, itu di luar kewenangannya.
 
"FIFA mengetahui laporan pers hari ini tentang Tn. Michel Platini," Kata FIFA dalam sebuah pernyataan dikutip Goal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Tolong mengerti, karena kami tidak memiliki semua detail tentang masalah ini, kami tidak dalam posisi untuk berkomentar lebih lanjut," lanjut mereka.
 
"Secara umum, FIFA menegaskan kembali komitmen penuhnya untuk bekerja sama dengan pihak berwenang di negara mana pun di dunia di mana penyelidikan dilakukan sehubungan dengan kegiatan sepak bola," pungkas mereka.
 
Platini pernah menjabat sebagai eksekutif komite (exco) FIFA pada 2010. Tahun yang sama saat Qatar mendapatkan hak sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Baca: Michel Platini Sudah Dibebaskan Usai Diperiksa soal Korupsi Piala Dunia 2022

Dalam kancah persepakbolaan, ia merupakan pemain kharismatik. Mantan kapten timnas Prancis dan juga bintang Juventus era 80-an pernah dianugerahi tiga kali berturut-turut Ballon D'Or yakni pada 1983, 1984 dan 1985. Ia memutuskan pensiun dari lapangan hijau pada 1988.
 
Lepas pensiun, ia kemudian berkiprah di UEFA sebagai komite pengembangan teknis, mulai 1988 -- 1990. Kemudian, ia pernah menjadi organizing commitee (OC) Piala Dunia 1998 di Prancis. Sementara kariernya sebagai eksekutif komite dalam organisasi induk sepak bola dunia dimulai pada 2002. Saat itu, dia sudah berkiprah sebagai eksekutif komite UEFA. Kariernya terus meroket pada 2006, dia menjadi ketua komite pengembangan teknis FIFA.
 
Namun, kariernya di sana tidak sebaik di lapangan hijau. Ia pernah diskorsing delapan tahun akibat melanggar etik, yang kemudian dikurangi menjadi empat tahun oleh FIFA. Ia terbukti menerima uang panas dari kompatriotnya mantan Presiden FIFA Sepp Blatter, pada tahun 2015
 
Kasus yang dikenal sebagai "Gentleman Agreement's" itu merupakan kasus korupsi penyalahgunaan anggaran FIFA. Kasus itu membuat nama baik keduanya tercoreng. Mereka kala itu diskors selama 90 hari dari posisinya masing-masing untuk kepentingan penyelidikan. Platini yang kala itu juga menjabat sebagai presiden UEFA mengundurkan diri dari posisinya pada 2016.
 
Video: Setelah Hazard, Zidane Inginkan Gelandang Manchester United
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif