Suporter timnas Malaysia. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Suporter timnas Malaysia. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Kemenpora Minta Pemerintah Malaysia Segera Minta Maaf

Bola Anarkisme Suporter Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia
Kautsar Halim • 23 November 2019 01:35
Jakarta: Kemenpora RI merespons tegas insiden pengeroyokan suporter Indonesia di Malaysia. Itu ditunjukkan dengan membuat nota protes untuk Sekretaris Jenderal Kementerian Belia dan Sukan Malaysia di Kuala Lumpur.
 
Nota protes dibuat secara resmi oleh Kemenpora dengan nomor 11.22.12/SET/XI/2019 dan memiliki klasifikasi sangat segera pada Jumat 22 November. Di situ tertulis dua permintaan untuk mengurangi kekecewaan pemerintah Indonesia.
 
Permintaan pertama adalah mengimbau pemerintah Malaysia melakukan proses hukum secara prosedural, obyektif dan transparan. Dan, yang kedua adalah meminta maaf secepatnya kepada pemerintah Republik Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Permintaan maaf cukup diprioritaskan karena Menpora Indonesia juga bersikap demikian ketika terjadi insiden hampir serupa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis 5 September lalu. Saat itu, jabatan Menpora RI masih dipegang Imam Nahrawi.
 
Besar harapan Kemenpora agar permintaan maaf itu segera direalisasi pemerintah Malaysia karena berpotensi mengganggu hubungan diplomatik kedua negara yang sudah terjalin baik.
 
"Demikian kedua permintaan ini kami sampaikan dengan harapan agar dampak sosial dan politik akibat insiden tidak berkepanjangan," tulis sebuah pernyataan penutup di nota protes Kemenpora terhadapi pemerintah Malaysia.
 
Sejatinya, niat baik permohonan maaf pernah dilakukan Menteri Sukan dan Belia Malaysia Khairy Jamaluddin pada Agustus 2017. Sikap itu dilakukan karena bendera Merah Putih dicetak terbalik dalam buku panduan seremoni pembukaaan SEA Games.
 
Pengeroyokan seorang suporter Indonesia di Malaysia terjadi sehari menjelang pertandingan timnas kedua negara pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa 19 November. Kabarnya, paspor korban dirampas dan tangannya sobek ketika menghindari tusukan.
 

 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif