Berlin: Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) Reinhard Grindel angkat bicara terkait kontroversi yang melibatkan Mesut Oezil. Ia mengaku keliru dalam menanggapi momen Oezil yang berswafoto bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Sebelumnya Oezil diminta Grindel untuk menjelaskan kepada publik tentang maksud dari swafoto tersebut. Tapi seiring waktu, kritik dari DFB justru digunakan untuk slogan rasisme. Melihat perkembangan kasus itu, penyeselan pun datang dalam diri Grindel.
Oezil merasa kecewa. Sebab pertemuannya itu dengan Erdogan di London jelang Piala Dunia 2018 dianggap tindakan tidak etis.
Padahal kejadian tersebut semata-mata karena Oezil pemain berdarah Turki, dan Erdogan merupakan penggemar sepak bola dan pernah menjadi pemain bola ketika masih muda.
"Pernyataan oleh Mesut Oezil memicu debat tentang rasisme di publik dan kemampuan sepak bola untuk berintegrasi. Sebagai presiden DFB, saya tidak mau lari dari debat ini," ujarnya seperti dikutip Sky Sports.
"Melihat ke belakang, saya sebagai presiden seharusnya mengatakan apa yang seharusnya saya katakan sebagai pribadi dan presiden federasi, bahwa segala bentuk serangan rasial tidak bisa ditoleransi," tegasnya.
Nasi sudah menjadi bubur, Oezil telah menyatakan pensiun lantaran tidak kuat menerima cercaan publik yang kerap menghantui kehidupannya.
Mulai dari penampilannya yang dianggap sudah menurun, hingga asal usul Oezil yang merupakan keturunan Turki, terus datang ke telinganya. Kini Oezil akan fokus untuk melanjutkan kariernya di level klub bersama Arsenal.
Timnas U-23 Jalani Pemusatan Latihan di Bali
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(FIR)
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan