Aktivis dan Anggota Band Punk Rock Pussy Riot Diduga Diracuni

Gregah Nurikhsani Estuning 14 September 2018 23:28 WIB
sepak bola
Aktivis dan Anggota Band Punk Rock Pussy Riot Diduga Diracuni
Veronika Nikulshina, kekasih Petr Verzilov. (Foto: AFP PHOTO / Vasily MAXIMOV)
Jakarta: Salah satu anggota band punk rock Pussy Riot masuk rumah sakit dan dalam kondisi kritis. Petr Verzilov diklaim sengaja diracuni oleh oknum tak bertanggung jawab.

Pussy Riot melakukan protes dengan cara memasuki lapangan dengan seragam polisi pada final Piala Dunia 2018 Rusia bulan Juli silam. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada pemerintah Rusia.

Verzilov dan tiga rekan satu band-nya memang dikenal vokal terhadap kebijakan sistem pemerintahan Rusia. Mereka tergabung dalam aktivis anti-Kremlin dan menerbitkan pula Mediazona, sebuah wadah daring yang berfokus pada pemberitaan pelanggaran hak asasi manusia di Rusia.


Kondisi Verzilov saat ini diketahui dalam situasi kritis. Lewat kicauan di akun Twitter resmi Pussy Riot, mereka mengklaim anggotanya itu diracun.

"Teman kita, saudara kita, Petr Verzilov dalam kondisi sangat berbahaya. Kami rasa dia diracun. Kami butuh kontak seorang ahli racun (toxicologist) secepatnya," tulis Pussy Riot.

Portal berita daring lainnya, Meduza mengutip keterangan Veronika Nikulshina, kekasih Verzilov menyoal kronologis tumbangnya Verzilov. Pada Selasa malam, Nikulshina menuturkan kekasihnya itu kehilangan penglihatan, tak bisa bicara, dan sulit berjalan.

Nikulshina menegaskan kepada Associated Press bahwa Verzilov tidak dalam masa pengobatan dan atau mengonsumsi narkotika. Oleh kerabatnya, Verzilov dibawa ke rumah sakit dalam kondisi memprihatinkan.

Video: Preview Tottenham vs Liverpool: Momentum Jegal Tren Positif Klopp
 



metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id