Piala AFF 2018

Deretan Pelatih Tim Rival Indonesia di Piala AFF

Rendy Renuki H 02 November 2018 11:48 WIB
piala aff
Deretan Pelatih Tim Rival Indonesia di Piala AFF
Timnas Indonesia (Dok. PSSI)
Jakarta: Turnamen Piala AFF 2018 akan segera digelar pada 8 November hingga 15 Desember mendatang. Timnas Indonesia tergabung di Grup B bersama Thailand, Filipina, Singapura, dan Timor Leste.

Jika melihat rival di Grup B, Thailand tentu menjadi lawan yang paling tangguh bagi Indonesia. Apalagi rekor pertemuan kedua tim sangat kompetitif.

Namun, peta persaingan di Piala AFF kali ini tampak merata. Apalagi sejumlah tim Asia Tenggara mulai bebenah demi mendongkel prestasi.

Klik: Barito Resmi Dapatkan Si Kembar Timnas U-16


Salah satunya dengan mendatangkan juru taktik kelas dunia. Sebut saja Filipina yang secara mengejutkan mengumumkan Sven-Goran Eriksson sebagai pelatih baru mereka.


Untuk mengetahui siapa saja pelatih di Grup B, berikut profil dan data yang coba dirangkum Medcom.id dari berbagai sumber.

1. Milovan Rajevac (Thailand)
Juru taktik kelahiran Yugoslavia ini menjadi pelatih pertama Timnas Thailand yang non-Brasil, Jerman, dan Inggris. Sebelumnya, tim Gajah Putih kerap memakai jasa pelatih dari tiga negara tersebut, termasuk dari negeri sendiri.

Rajevac bukan sosok asing dalam dunia kepelatihan. Portofolio pria 64 tahun ini cukup mentereng setelah sempat menangani beberapa tim besar macam Malmo (Swedia), Red Star Belgrade (Serbia), hingga Al-Ahli (Arab Saudi).

Sedangkan di Timnas, ia pernah menjadi pelatih Ghana, Qatar, dan Aljazair sebelum bergabung dengan Thailand. Rajevac bahkan menorehkan prestasi ciamik bersama Ghana yang mampu dibawanya menjadi tim Afrika pertama yang lolos Piala Dunia 2010.

Bahkan ia mengantarkan Ghana lolos penyisihan grup dan melaju ke perempat final. Sayang, langkah The Black Stars menapaki semifinal Piala Dunia di Afrika Selatan itu dikandaskan Uruguay lewat adu penalti.

2. Sven-Goran Eriksson (Filipina)
Nama pelatih 70 tahun ini sudah tak asing lagi di telinga. Eriksson memiliki segudang prestasi mentereng di tanah Eropa bersama klub dan Timnas yang pernah ditanganinya.

Puncak prestasi Eriksson terjadi di periode 1992 hingga 2001. Di mana ia berhasil membawa Sampdoria dan Lazio menjadi salah satu tim yang disegani di kompetisi Serie-A dan Eropa.

Terlebih Lazio yang dibawanya meraih delapan gelar sepanjang kariernya di ibu kota. Deretan gelar yang termasuk Scudetto Serie-A Italia 1999-2000, Piala Winners 1998-1999, hingga Piala Super Eropa 1999.

Sederet gelar yang mengantarkanya terpilih menjadi pelatih terbaik di Italia pada 1999-2000. Eriksson kini ditunjuk menjadi pelatih kepala Filipina dan langsung menargetkan juara Piala AFF 2018.

3. Fandi Ahmad (Singapura)
Bagi pecinta sepak bola Tanah Air, Fandi Ahmad tentu bukan sosok asing. Ia pernah menjadi pemain Mitra Kukar pada 1982-1983 dan pelatih Pelita Jaya pada 2006 hingga 2010.

Timnas Singapura tertarik memakai jasa pelatih lokal itu karena pengalamannya membela The Lions. Fandi yang bermain sebagai gelandang mencatatkan 101 penampilan bagi Timnas Singapura sepanjang kariernya.

Ia bahkan sempat membawa Singapura meraih medali perak SEA Games 1983, 1985, dan 1989. Serta medali perunggu pada edisi 1991, 1993 dan 1995.

Pengalaman tersebut yang tentu akan menjadi bekal berharga Fandi membawa Singapura berjaya di Piala AFF 2018. Apalagi prestasi Singapura di ajang ini tidak terlalu buruk, dengan empat kali menjadi juara pada 1998, 2004, 2007, dan 2012.

4. Norio Tsukitate (Timor Leste)
Pelatih asal Jepang ini sudah tidak asing lagi dengan atmosfer sepak bola Asia. Ia pernah mengasuh Timnas Laos dan Timnas putri Bangladesh pada 2014, Timnas Bhutan 2015, dan terakhir Timor Leste sejak Mei lalu.

Kehadiran Tsukitate diharapkan bisa membawa Timor Leste yang berjuluk The Rising star memberikan kejutan. Pasalnya, sejak berpartisipasi pertama kali pada 2004 lalu, Timor Leste masih kerap menjadi tim underdog di Piala AFF.

5. Bima Sakti Tukiman (Indonesia)
Bima Sakti resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia mengambil-alih posisi Luis Milla Aspas pada pertengahan Oktober lalu. Mantan gelandang skuat Garuda itu diharapkan bisa mengolah skuat warisan Milla untuk bisa berbicara banyak di Piala AFF 2018.

Apalagi, Indonesia masih terus menyandang gelar "Raja tanpa mahkota" di turnamen ini. Belum ada satu pun gelar Piala AFF yang berhasil dibawa pulang Indonesia, meski tercatat lima kali masuk ke final pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016.

Namun, persiapan Indonesia di bawah asuhan Bima sakti tampil di Piala AFF terbilang minim. Bima Sakti tercatat baru dua kali melakoni uji coba sebagai pelatih kepala skuat Garuda.

Tetapi hasil dari dua laga uji coba Timnas di bawah asuhan Bima Saktu patut diapresiasi. Pasalnya, Indonesia berhasil membungkam Myanmar dengan skor 3-0, dan bermain imbang 1-1 saat menjajal kekuatan Hong Kong.

 



(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id