Mengaku Bersalah, Saddil Ramdani Minta Maaf

Daviq Umar Al Faruq 02 November 2018 18:21 WIB
timnas indonesia
Mengaku Bersalah, Saddil Ramdani Minta Maaf
Saddil Ramdani (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Lamongan: Gelandang Persela Lamongan, Saddil Ramdani, mengaku salah atas kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap seorang perempuan berinisial, ASL. Pemain langganan timnas Indonesia ini mengatakan insiden itu terjadi secara spontan.

"Saya minta maaf atas kejadian kemarin. Saya juga khilaf karena kemarin saya terganggu oleh keributan di keluarga, di asrama, jadi saya spontan," ujar Saddil, Jumat 2 November 2018.

Saddil menambahkan, kejadian tersebut sebenarnya tidak dinginkannya. Meski begitu, pemain berusia 19 tahun ini mengaku siap menjalani proses hukum lebih lanjut.


"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi saya. Karena saya tidak menginginkan kasus ini terjadi. Jadi saya siap menjalani semuanya ke jalur hukum dengan baik dan saya akan mengikuti apapun itu," bebernya.

Di sisi lain, pemain asal Kendari ini mengaku sebelumnya telah beriktikad untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Hanya saja, keinginannya tersebut tak diindahkan oleh keluarga korban.

"Saya sudah beriktikad damai ya. Saya juga ingin berdamai tapi keluarga nggak mau damai. Ya sudah saya terima apa adanya. Saya jalanin, saya ikhlas karena mungkin saya juga sebagai laki laki sudah salah," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Saddil Ramdani ditahan atas dugaan kasus penganiayaan terhadap mantan pacarnya, ASL. Penganiayaan dilakukan di belakang mes Persela pada Rabu, 31 Oktober 2018.

Kejadian bermula saat ASL mendatangi Saddil di mes Persela, Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, Lamongan sekitar pukul 18.30 WIB, dua hari lalu. Mereka bertemu di area belakang mes. ASL meminta handphone miliknya yang dibawa Saddil.

Setelah dikembalikan, cek-cok terjadi antara Saddil dengan ASL. Beberapa saat kemudian Saddil masuk ke mes. ASL berusaha menghalangi dengan menggedor-gedor pintu mes.

Saddil memukul perempuan berusia 19 tahun tersebut. ASL mengalami luka robek di bawah mata kanan. Atas kejadian itu, Saddil disangkakan tindak pidana Penganiayaan atau Penganiayaan Ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP atau pasal 352 KUHP.

10 Klub Liga 1 Dapat Lisensi AFC




(FIR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id