Fair Play Award, Pencapaian Tertinggi Indonesia di Homeless World Cup

Alfa Mandalika 29 November 2018 09:43 WIB
liga duniaHomeless World Cup
<i>Fair Play Award</i>, Pencapaian Tertinggi Indonesia di Homeless World Cup
Sebagian Pemain dan Official Timnas Indonesia untuk HWC 2018 memamerkan Fair Play Award, di Rumah Cemara, Bandung. (Foto: Gina/Rumah Cemara)
Jakarta: Indonesia sudah ikut serta dalam Homeless World Cup (HWC) sejak 2011 lalu, namun baru kali ini mendapatkan Fair Play Award. Secara keseluruhan, Indonesia berada pada urutan 10 dari 47 negara yang berpartisipasi pada HWC 2018 di Mexico City.

Manajer tim nasional untuk HWC 2018, Yana Suryana mengatakan, pencapaian ini melebihi harapannya. “Karena kita belum pernah mendapatkannya. Bagi kami ini pencapaian luar biasa. Fair Play Award ini membuktikan bahwa memang it’s more than a game,” kata Yana saat menutup konferensi pers Pembubaran Timnas Indonesia untuk HWC 2018 di Rumah Cemara, Bandung, Rabu 28 November 2018.

Bagi kontingen Indonesia, sambung Yana, menang dan kalah pasti mewarnai kompetisi HWC. Namun sejak awal keberangkatan dan kehadirannya di Mexico City, manajer dan pelatih Aulia Rahman kerap menekankan pentingnya menjalin persahabatan di dalam dan luar lapangan dengan tim-tim lain. “Bagi Indonesia, kemenangan itu bonus. Persahabatan itu selamanya,” imbuh Yana.


Keakraban dan rasa persahabatan itu bukan sekedar ucapan di bibir belaka. Kontingen Indonesia yang terdiri dari Rizal Ferdian Somawijaya (24), Eva Dewi Rahmadiani (34), Dego Z. Arifin (25), Adam Riyaldi (21), Miftah Ul Maarif (19), M. Fajar Priatna (25), Samsul Rizal (26), dan Yandi Abdul Rajab (24) ini menyapa seluruh tim yang hadir di Zocalo Capitalino, tempat berlangsungnya perhelatan HWC 2018.

Baca: Hasil Lengkap Pertandingan Liga Champions Dini Hari Tadi

Kemampuan berbahasa Inggris para pemain yang serba terbatas tidak menjadikan mereka rendah diri untuk bergaul dengan tim lain. Melemparkan senyuman dan berbagi pelukan serta memberi semangat jadi keseharian yang tidak lepas dari tim Indonesia. Makanya jangan heran usai kekalahan dari Rusia di final memperebutkan Carlos Slim Foundacion Award, para pemain Indonesia disambut tepuk tangan tim-tim lain.

Tim Indonesia menjadi tim yang tidak pernah mendapatkan kartu dari wasit dalam belasan pertandingan yang mereka lalui di Zocalo. Dua pemainnya, masing-masing, Eva Dewi Rahmadiani dan Samsul Rizal malah mendapatkan peluit dari wasit usai pertandingan di babak penyisihan.

“Saya bangga dan senang sekali dengan pemberian peluit itu. Wasit mau memberikannya kepada saya yang bukan siapa-siapa. Ini jadi kenangan terindah sekaligus inspirasi bagi saya,” ujar Samsul yang sempat merasakan dinginnya jeruji besi pada usia 16 tahun ini.

Sementara bagi Eva, satu-satunya pemain perempuan dalam tim Indonesia, kehadirannya dalam ajang HWC 2018 membuka kesempatan baginya buat berbagi cerita dan inspirasi perubahan dari sudut pandangnya.

Selama di Mexico, Eva sempat berbagi ceritanya bersama media lokal, media internasional seperti BBC, hingga tim media HWC. “Sepak bola jadi mediumnya saja,” kata Eva. (RO)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Persija Jakarta Rayakan HUT ke-90 Secara Sederhana



(ASM)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id