Real Madrid Juara Liga Champions?
Ronny Pangemanan (Foto: Dok Medcom.id)
Real Madrid menjuarai perhelatan Liga Champions dalam tiga dari lima kesempatan keikutsertaan terakhir mereka sejak sukses di musim 2013-2014, 2015-2016 dan 2016-2017.

Mereka gagal melaju ke final di musim 2012-2013 dan 2014-2015. Tepatnya pada 2013, Borussia Dortmund menghentikan Madrid di semifinal dan 2015 giliran Juventus menyingkirkan Madrid di semifinal. Melihat fakta ini, rasanya tak berlebihan jika posisi Real Madrid memang diunggulkan untuk kembali memenangkan Liga Champions musim ini.

Final yang akan dimainkan di Stadion Olimpiyskiy di kota Kiev, Ukraina, Sabtu malam waktu setempat atau Minggu (27/5) dinihari WIB, merupakan final ke-16 bagi Real Madrid sejak mereka menjuarai ajang prestisius ini di musim pertama Liga Champions 1955-1956.


Dalam 15 final sebelumnya, "Los Blancos" begitu superior dengan menyabet 12 gelar dan hanya tiga kali kalah di final. Sementara "The Reds" mencapai final kedelapan musim ini setelah dalam tujuh final sebelumnya, mereka meraih lima gelar di antaranya dan dua kekalahan di final.

Klik di sini: Kalahkan Persipura, Persija Keluar dari Zona Degradasi

Dari head to head antara Real Madrid dan Liverpool, menunjukan bahwa Liverpool unggul 3-2. Namun dalam dua pertemuan terakhir pada musim 2014--2015, Real Madrid mampu memukul Liverpool dengan agregat gol 4-0 ketika keduanya berada dalam satu grup. Liverpool bahkan kalah 3-0 saat bermain di markasnya Anfield dan kalah 1-0 di Santiago Bernabeu.

Liverpool gagal lolos ke fase berikutnya babak perdelapan final dan harus puas berlaga di ajang Liga Europa, karena hanya menempati posisi ketiga di Grup B setelah Real Madrid dan FC Basel. Itulah untuk terakhir kali Liverpool merasakan kekalahan dari Real Madrid di sebuah ajang resmi, saat wakil dari Inggris itu masih ditangani pelatih Brendan Rodgers.

Kini pada saat Liverpool kembali lolos ke final setelah menunggu selama 13 tahun, terakhir menjadi juara Liga Champions 2005, ada secercah harapan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk menghentikan dominasi Real Madrid dan klub-klub Spanyol di kancah Liga Champions.

Dalam empat musim terakhir, trofi Liga Champions selalu dikuasai klub Spanyol, khususnya Real Madrid dan Barcelona. Dengan "gegenpressing" ala Juergen Klopp yang sangat menghibur serta agresif dan efektif dalam menciptakan gol, hal ini dirasakan cocok guna memutuskan rekor Real Madrid yang ingin membuat "hattrick" menjuarai Liga Champions pada tiga musim belakangan.

Klik di sini: Riko Siap Lakukan Terbaik untuk Timnas

Liverpool dianggap tim yang bisa mengimbangi cara bermain dengan sepak bola menyerang ala Zinedine Zidane melalui tokoh sentralnya Cristiano Ronaldo. Bertemunya dua tim dengan agresivitas tinggi untuk mengusung "Attacking Football" menjadi menarik karena kita akan menyaksikan dua sosok kunci yang sama-sama mengincar "man of the match" di final Liga Champions yakni CR7 di kubu Real Madrid dan Mo Salah di kubu Liverpool.

Ronaldo lebih berpengalaman ketimbang Mo Salah jika kita bicara soal Liga Champions, dan pemain Portugal ini selalu menjadi penentu suksesnya Real Madrid paling tidak dalam dua musim terakhir dengan menjadi top skorer. Seperti sudah jadi sebuah paket bahwa Ronaldo sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Champions dan juaranya adalah Real Madrid.

Dua musim terakhir Ronaldo menjadi top skorer dan Madrid berjaya, bahkan dalam lima musim belakangan, CR7 tampil sebagai pencetak gol terbanyak dengan tiga gelar berhasil diraih Madrid. Ronaldo hanya gagal membawa Madrid juara dengan statusnya sebagai top skorer pada musim 2012--2013 (Bayern Muenchen juara) dan 2014-2015 (Barcelona juara).

Sekarang, sepatu emas sebagai pencetak gol terbanyak Liga Champions sudah di depan mata dengan 15 gol Ronaldo yang kemungkinan besar tak sanggup dikejar dan dilampaui oleh dua pemain Liverpool, Mo Salah maupun Roberto Firmino yang saat ini mencetak 10 gol.


Ilustrasi (M. Rizal/Medcom.id)

Melihat fakta ini, wajar bila kita langsung memperkirakan bahwa gelar juara Liga Champions 2018 akan jadi milik Real Madrid. Artinya, kecil kemungkinan di saat Ronaldo dinobatkan sebagai top skor pada akhir musim Liga Champions, kemudian tim yang dibelanya gagal di final. Karena empat final terakhir yang dimainkan CR7 di ajang Liga Champions termasuk saat memperkuat Manchester United pada musim 2007-2008, gelar juara selalu diraih Ronaldo. 2008 Manchester United juara setelah menang adu penalti melawan Chelsea di final yang dilangsungkan di Stadion Luznhiki, Moskow, di mana CR7 menyabet predikat top skor dengan delapan gol.

Ini adalah final kelima dari Ronaldo sepanjang kariernya, empat di antaranya bersama Real Madrid. Tapi di final kelima ini CR7 mendapat tantangan berat mengingat Liverpool datang dengan membawa trio lini serang yang tengah "on fire" baik di Liga Primer Inggris yang sudah berakhir maupun di Liga Champions.

Mo Salah, Firmino dan Sadio Mane total telah mengoleksi 29 gol di ajang Liga Champions musim ini. Sementara Ronaldo dan Karim Benzema total hanya mencetak 19 gol. Kekuatan lini serang Liverpool akan jadi ancaman berbahaya bagi lini belakang Real Madrid yang dikoordinir kapten Sergio Ramos. Dua bek sayap Madrid yang ditempati Dani Carvajal di kanan dan Marcelo di kiri bakal dibuat kerja keras sepanjang laga terutama bagaimana bisa menutup pergerakan Mo Salah dan Sadio Mane yang sangat cepat dari sisi flank.

Klik di sini: Dikalahkan Persija, Bek Persipura Kecewa dengan Wasit

Jika lini pertahanan Madrid tidak disiplin dan lengah, Mo Salah, Firmino dan Mane akan menghukum mereka dengan gol yang bakal bersarang di gawang Keylor Navas. Hal yang sama juga berlaku untuk pertahahan Liverpool, khususnya Dejan Lovren yang harus lebih fokus bermain di posisi bek tengah mendampingi Virgil Van Dijk.

Memang sejauh ini gawang Loris Karius hanya kebobolan 13 dari 11 laga, masih lebih bagus dibanding Real Madrid yang kebobolan 15 gol. Tapi kecerobohan Lovren dan juga bek muda Tren-Alexander Arnold tak boleh terjadi dalam di final ini. Ronaldo dan Benzema  termasuk tiga gelandang Toni Kroos, Luca Modric dan Casemiro bisa mencetak gol guna memanfaatkan kesalahan sekecil apapun yang dibuat lono belakang Liverpool.

Semua pasar taruhan baik itu di Asia sampai di Eropa, bahkan di Inggris sekalipun, bergerak dari fifty-fifty 0:0 menjadi 0:1/4 dengan juara bertahan Real Madrid diunggulkan. Dalam posisi seperti ini Real Madrid cukup menang satu gol maka semua yang memegang bola atas akan bersorak gembira. Tapi jika hasilnya imbang maka mereka yang berani memegang bola bawah (Liverpool) akan bertepuk tangan. Nahan Liverpool di babak pertama akan lebih baik, sebelum anda berubah pikiran untuk main atas (Madrid) di babak kedua. Hasil akhir akan ditentukan dalam 90 menit tanpa harus perpanjangan waktu dan adu penalti, walau kemungkinan itu tetap ada. Saya melihat peluang Madrid juara lebih besar sebagai tim berpengalaman di pentas Liga Champions. Namun alangkah indahnya jika Liverpool yang mengangkat trofi diakhir laga, agar Liga Champions tidak membosankan dan terus dikuasai Real Madrid. Harus ada suasana baru untuk membuat Liga Champions ini lebih bergairah seandainya juaranya adalah Liverpool.*

Preview Final Liga Champions: Cetak Gol Lebih Dulu, Liverpool Berpeluang Juara




(FIR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id