Jelang Real Madrid vs AS Roma

Prediksi Real Madrid vs AS Roma: Ujian Perdana Lopetegui

A. Firdaus 19 September 2018 13:24 WIB
liga champions
Prediksi Real Madrid vs AS Roma: Ujian Perdana Lopetegui
Julen Lopetegui akan menjalani ujian sesungguhnya dalam melatih Real Madrid (Foto: AFP/GABRIEL BOUYS)
Madrid: Julen Lopetegui akan menjalani tugas sesungguhnya sebagai pelatih Real Madrid pada dini hari nanti WIB. Ujian perdana terjadi ketika Madrid menjamu AS Roma pada laga perdana fase grup G Liga Champions di Santiago Bernabeu. 

Lopetegui ditugaskan untuk melanjutkan kesuksesan El Real di tangan Zinedine Zidane. Kesuksesan yang mungkin sulit ditiru klub-klub Eropa lainnya, mengingat ketatnya pertarungan memperebutkan trofi Liga Champions. 

Di tangan Zidane, Madrid bukan hanya memecah mitos sebagai klub yang bisa mempertahankan gelar juara, melainkan mencatat hattrick atau tiga kali beruntun menjuarai trofi si Kuping Besar. 


Sayangnya, di tengah euforia kesuksesannya, Zidane memilih hengkang dari Santiago Bernabeu. Posisinya pun digantikan oleh Lopetegui yang sebelumnya merupakan entrenador timnas Spanyol.

Berpotensi Rotasi Pemain
Mendapat kepercayaan melatih pemain kelas yahud seperti Gareth Bale, Luka Modrid, dan Karim Benzema bukan perkara mudah buat Lopetegui. Kesulitan pun mulai ia rasakan ketika Madrid hanya bermain imbang 1-1 dengan Athletic Bilbao pada lanjutan jornada keempat La Liga akhir pekan lalu.

Padahal dari skuat yang ada, para pemain Madrid berada dalam kondisi fit. Baik itu dari tim utama, maupun para pemain cadangan.

Seharusnya ini menjadi keuntungan buat Lopetegui, terutama saat menjamu Roma nanti. Bahkan dari situs resmi UEFA, Lopetegui berpeluang untuk merotasi sebagian pemainnya yang dinilai memiliki kualitas yang sama.

Seperti di posisi kiper. Tampaknya Lopetegui akan mengandalkan pengalaman Keylor Navas ketika menghadapi Roma nanti. Dengan demikian, Thibaut Courtois yang diboyong Madrid dari Chelsea untuk sementara diistirahatkan.

Sementara itu, Dani Ceballos dan Marco Asensio kemungkinan akan duduk di bangku cadangan. Lopetegui akan memberi kesempatan kepada Isco dan Casemiro bermain lebih awal.

Di sisi lain, Roma bukan tanpa celah. Datang ke Santiago Bernabeu, pasukan Eusebio Di Francesco sempat ditahan Chievo 2-2 pada lanjutan Liga Italia Serie-A giornata keempat akhir pekan lalu.

Diimbangi Chievo bukan satu-satunya hasil minor yang diraih Roma. Ternyata mereka belum merasakan kemenangan dalam empat laga terakhir. Menaklukkan Torino pada laga pembuka menjadi satu-satunya hasil positif yang diraih Giallorossi.

Kehilangan Sentuhan Antusiasme dan Kebebasan
Meski hanya bermodalkan empat laga tanpa menang, allenatore Eusebio Di Francesco berharap Roma bisa menemukan sedikit antusiasme dan kebebasan mereka saat menghadapi Madrid.

"Terserah bagaimana kami bisa menemukan solusi lain untuk keluar dari situasi ini. Saya ingin melihat Roma bermain sepak bola," ujar Di Francesco.

Di mata pelatih 49 tahun itu, Madrid tetaplah klub superior. Meski telah ditinggalkan Zidane dan Cristiano Ronaldo. Hanya saja ada perubahan strategi yang diterapkan Madrid dalam pandangan Di Francesco.

"Dalam pandangan saya, mereka cenderung sekarang memperlambat tempo. Mereka telah pindah dari 4-3-3 menjadi 4-2-3-1, tetapi belum kehilangan kualitasnya," ujar Di Francesco. 

“Real Madrid tidak memiliki Ronaldo, tetapi mereka masih memiliki pemain kuat seperti Marco Asensio. Saya pikir aman untuk mengatakan bahwa Real Madrid dikenal sebagai tim dan bukan hanya karena memiliki Cristiano Ronaldo," terangnya.

Justru, Di Francesco menilai pemain yang berbahaya Madrid itu adalah Sergio Ramos. Bek berusia 32 tahun itu dianggap menjadi pemain yang paling komplit yang dimiliki Madrid.

Roma Siap Kejutkan Madrid
Di tengah krisis yang dialami timnya, Di Francesco masih berani mengatakan bahwa Roma masih punya kejutan. Beberapa rotasi pun akan dilakukan demi mewujudkan terjadinya kejutan tersebut.

"Saya dapat mengejutkan Anda. Saya tahu itu akan menjadi pertandingan yang hebat dan berbahaya, tetapi itu juga merupakan salah satu yang ingin kami alami," ujar Di Francesco. 

"Saya berharap bahwa jiwa Roma akan menyala lagi, karena selain dari sistem dan taktik, kami perlu meningkatkan sikap kami selama pertandingan," terangnya.

Tapi jika menilik 10 pertemuan terakhir kedua klub, Madrid patut berbangga hati. Mereka sudah enam kali menjungkalkan Serigala Ibu Kota. Sebaliknya, Roma baru tiga kali mengalahkan Madrid.

Lima Pertemuan Terakhir
8 Agustus 2018 (ICC) Real Madrid 2-1 Roma
9 Maret 2016 (Liga Champions): Real Madrid 2-0 AS Roma
18 Februari 2016 (Liga Champions): AS Roma 0-2 Real Madrid
18 Juli 2015 (ICC): Real Madrid 0-0 AS Roma
30 Juli 2014 (ICC): Real Madrid 0-1 AS Roma

Prakiraan Susunan Pemain 
Madrid: Navas; Carvajal, Varane, Ramos, Marcelo; Casemiro, Kroos, Modric; Isco, Benzema, Bale

Roma: Olsen; Florenzi, Manolas, Fazio, Kolarov; Rossi, Nzonzi, Pellegrini; Under, Dzeko, Shaarawy

Prediksi Medcom.id: Real Madrid 55 - 45 AS Roma

Luis Milla Tetap Latih Timnas




(ASM)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id