Pelatih RB Salzburg, Jesse Marsch (twitter: @FCRBS_en)
Pelatih RB Salzburg, Jesse Marsch (twitter: @FCRBS_en)

Salzburg Didoakan Banyak Orang untuk Singkirkan Liverpool

Bola liga champions
Gregorius Gelino • 10 Desember 2019 13:42
Salzburg: RB Salzburg akan menjamu Liverpool pada partai terakhir grup E Liga Champions, Rabu 11 Desember dini hari WIB. Laga nanti sangat krusial karena berpengaruh terhadap harapan ke babak 16 besar.
 
Salzburg saat ini bertengger di peringkat tiga dengan koleksi 7 poin. Mereka tertinggal tiga poin dari Liverpool yang berada di puncak dengan kumpulan 10 poin. Posisi The Reds juga belum aman karena berselisih 1 poin dengan Napoli di urutan dua.
 
Salzburg berpeluang mendepak Liverpool dari Liga Champions musim ini jika bisa keluar sebagai pemenang pada laga nanti. Apalagi, tim asuhan Jesse Marsch memiliki defisit +5 gol sedangkan Liverpool hanya +3 gol.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Bahkan, Marsch mengakui bahwa banyak orang yang menginginkan Salzburg meraih kemenangan agar bisa meraih angka penuh di kandang sendiri. Pada pertemuan pertama di Anfield, Salzburg sempat merepotkan The Reds meski harus kalah dengan skor 4-3.
 
"Saya bertemu banyak orang beberapa hari belakangan ini yang mengharapkan yang terbaik untuk kami. Kami perlu menjernihkan pikiran kami dan memberikan yang terbaik," kata Marsch pada konferensi pers jelang pertandingan.
 
Untuk memuluskan langkah timnya, Marsch berharap para suporter memadati stadion dan membuat Liverpool getir dengan nyanyian dan energi mereka.
 
"Stadion kami juga memberi energi ketika menghadapi Genk dan Napoli. Akan menjadi insentif bagus jika kami bisa membuat Liverpool tidak nyaman dan fans kami bisa membantu dengan itu," terangnya.
 
Meski demikian, Marsch mengakui Liverpool bukanlah lawan mudah. Klub besutan Juergen Klopp itu dihuni banyak pemain hebat.
 
"Liverpool memiliki banyak pemain hebat, tapi kami akan fokus memainkan gaya sepak bola kami. Penting bagi kami untuk bermain dengan bebas dan penuh determinasi," tutup pelatih 46 tahun asal Amerika Serikat itu.
 
Video: Seorang Suporter AC Milan Jadi Korban Penusukan
 

 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif