Saat ini, Liverpool tengah berada pada performa yang oke. Indikatornya, mereka meraih empat kemenangan dari lima laga yang mereka lakoni di semua kompetisi.
Kepercayaan diri anak asuh Juergen Klopp juga membumbung tinggi lantaran sukses mengandaskan Chelsea dan menahan imbang Manchester United. Tak ayal, posisi Liverpool di tabel klasemen Liga Primer Inggris berada di posisi ketiga dengan menorehkan 20 poin atau sama dengan yang dikumpulkan Manchester City dan Arsenal. Mereka hanya kalah produktivitas gol.
Klopp juga sudah kerasan dengan skema formasi 4-3-3. Mengandalkan Sadio Mane, Philippe Coutinho, dan Roberto Firmino di lini depan, Klopp boleh berharap banyak pada mereka. Ketiga pemain itu juga sudah mulai padu dan kompak memberikan gol untuk Liverpool.
Sudah melakoni sembilan pekan di Liga Primer Inggris, The Anfiled Gank mampu menorehkan 20 gol. Itu membuktikan daya dobrak khas pelatih Klopp sudah terlihat.
Namun, Liverpool dipastikan takkan melangkah mulus. Apalagi, lawan yang dihadapi tim sekaliber Spurs. Menengok catatan Spurs sepanjang musim ini, mereka nyaris tanpa cela. Di semua kompetisi Spurs kerap mendapatkan poin penuh. Tim besutan Mauricio Pochettino hanya tersandung satu kali melawan AS Monaco pada matchday pertama fase grup Liga Champions 2016 -- 2017.
Hasil imbang kerap mewarnai pertemuan kedua tim
Selayaknya laga big match, Liverpool kontra Spurs kerap bermain imbang. Catatan pertemuan mereka dalam tiga laga terakhir, tidak ada pemenang alias imbang. Situasi itu tidak terjadi di Stadion Anfiled saja, tetapi di White Hart Lane juga demikian.
Terakhir kali Liverpool menumbangkan Spurs terjadi pada Februari 2015. Ketika itu, Lazar Markovic, Steven Gerrard, dan Mario Balotelli menjadi mimpi buruk Spurs. Sementara dari kubu The Lilywhites, terakhir kali mengalahkan Liverpool pada November 2012. Spurs unggul berkat aksi Aaron Lennon dan Gareth Bale.
Pertemuan pertama kedua tim pada musim ini berakhir dengan skor 1-1.
Melihat rekam jejak tersebut, potensi laga di Anfield berakhir tanpa pemenang cukup terbuka.
Coutinho atau Heung Min-Son yang jadi pembeda?
Absennya striker Harry Kane di kubu Spurs, membuat Pochettino mencoba sejumlah pemain. Salah satu pemain Spurs yang didapuk menjadi pengganti Kane ialah Heung Min-Son.
Pemain Korea Selatan itu perlahan tetap pasti menjawab kepercayaan Pochettino. Total, ia sudah menorehkan empat gol di ajang Liga Primer Inggris. Memang, terlalu prematur menyebut Son adalah striker masa depan Spurs. Namun, jika Son tetap konsisten, Pochettino bakal mempermanenkan posisi Son sebagai ujung tombak.
Buah dari kerja keras dan kecemerlangan Son sudah terlihat. Ia terpilih sebagai pemain terbaik Liga Primer Inggris edisi September. Kesuksesan itu menjadi catatan tersendiri bagi striker 24 tahun itu. Tercatat, ia menjadi orang Asia pertama yang meraih gelar pemain terbaik di Liga Primer Inggris.
Kondisi itu tentu harus diwaspadai barisan pertahanan Liverpool. Setidaknya, Klopp perlu memikirkan pola seperti apa untuk menghalau pergerakan Son.
Bila di Spurs ada Son, di Liverpool ada nama Coutinho. Eks pemain Inter Milan itu mulai menunjukkan indeks prestasi positif. Menghadapi West Bromwich, Coutinho mempersembahkan satu gol. Dia tidak hanya aktif mencetak gol, tetapi lihai dalam memberikan assist.
Menarik disimak, siapakah yang akan menjadi pembeda, Son atau Coutinho?
Head to head:
Spurs 1 v 1 Liverpool (27/8/2016)
Liverpool 1 v 1 Spurs (2/4/2016)
Spurs 0 v 0 Liverpool (17/10/2015)
Liverpool 3 v 2 Spurs (11/2/2015)
Spurs 0 v 3 Liverpool (31/8/2014)
Liverpool 4 v 0 Spurs (30/3/2014)
Prakiraan susunan pemain:
Liverpool: Karius, Milner, Lovren, Matip, Clyne, Can, Henderson, Lallana, Coutinho, Firmino, Mane
Spurs: Lloris, Vertonghen, Rose, Walker, Dembele, Wanyama, Lamela, Eriksen, Alli, Dier, Heung Min-Son
Prediksi Metrotvnews.com:
Liverpool 50 v 50 Spurs
Video: Kesal, Mourinho Bisik-bisik dengan Conte
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ASM)
