Ekspresi muram David Moyes usai laga Manchester United melawan Stoke City -- ANDREW YATES / AFP
Ekspresi muram David Moyes usai laga Manchester United melawan Stoke City -- ANDREW YATES / AFP

Mentalitas Medioker David Moyes

Bola bpl 2013--2014
Willy Haryono • 22 April 2014 16:54
medcom.id, Manchester: Saat Manchester United mengabaikan Jose Mourinho dan memilih David Moyes menggantikan Alex Ferguson, klub mempertaruhkan nama besar pada seorang manajer tanpa mentalitas kemenangan, pengalaman di zona Eropa dan piala dalam resumenya.
 
MU memilih Moyes, seseorang yang memiliki track record kesetiaan terhadap klub, atau bisa disebut dinasti, saat dirinya menukangi Everton selama sebelas tahun. Namun belakangan mulai terlihat bahwa Moyes kurang memiliki kualitas untuk memegang jabatan tertinggi dalam klub sepakbola Liga Inggris. Moyes dinilai terlalu menikmati, mudah berpuas diri, pada penampilan di level menengah atau medioker. Dia merasa sudah puas dengan tim yang tidak terlalu sering menang, dan tidak juga terlalu sering kalah.
 
Contoh mentalitas Moyes dalam dilihat pada pertandingan MU di kandang Liverpool. Ketika itu, The Reds menumbangkan The Red Devil 1-0.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Saya pikir kami sudah bermain sangat baik," ucap Moyes pada saat itu, pada saat menimbang dan menilai permainan timnya. Ia menambahkan, dengan performa seperti itu, United bisa finish di empat besar.
 
United memang mengambil Moyes dari Everton, tapi tidak 'mengambil' Everton dari Moyes.
 
Sebelum laga MU melawan Liverpool di Old Trafford, Moyes sempat mengatakan bahwa tim tamu lebih diunggulkan. "Saya terkejut," tutur manajer Liverpool Brendan Rodgers seperti diwartakan AP, Selasa (22/4/2014).
 
"Saya tidak akan pernah mengatakan itu pada Liverpool, bahkan jika kami berada di posisi terbawah liga," tambah dia.
 
Kegagalan Moyes dalam menunjukkan mental juara terlihat setelah MU dihajar 2-0 oleh Everton.
 
"Saya tidak bisa menyalahkan cara kami bermain," pungkas Moyes dalam ekspresi muram. Analisis Moyes tersebut membuat fans MU di sosial media geram.
 
Di akhir kepemimpinannya, para pemain MU pun akhirnya mulai kehilangan kepercayaan pada metode Moyes. Danny Welbeck dilaporkan ingin pergi dari Old Trafford; Robin van Persie menjadi sering mengeluh tentang rekan-rekannya saat bermain; Patrice Evra bermain buruk dan lainnya.
 
Pembelian satu-satunya Moyes sebelum musim 2013-2014, Marouane Fellaini, dinilai sebagian pihak sebagai kegagalan besar. Sementara Juan Mata yang dibeli dari Chelsea di tengah musim, belum bisa menyelesaikan masalah, karena dimainkan di posisi yang kurang memunculkan potensinya.
 
Setan Merah telah mengalami banyak kekalahan di musim ini. Beberapa di antaranya kekalahan pahit malu dari Olympiakos, Liverpool, Manchester City dan Everton yang membuat fans frustrasi dan tertunduk lesu.
 
Masalah Moyes bukan hanya dalam rentetan kekalahan, tapi dalam sikapnya menanggapi hal tersebut.
 
Tidak ada tanda-tanda perkembangan positif hingga saat ini, dan itulah yang membuat dewan direksi MU menendang Moyes.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif