medcom.id, Jakarta: Perjalanan persepakbolaan Indonesia penuh liku selama 2015. Ada cerita yang berakhir dengan suka cita. Namun tak sedikit pula yang berujung pahit.
Sanksi dari FIFA menjadi salah satu kisah tragis yang dialami dunia si kulit bundar di negeri ini. Pada Mei 2015, FIFA yang nampak gerah melihat polemik antara Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan pemerintah akhirnya menjatuhkan hukuman keras berupa larangan bagi timnas serta klub-klub Indonesia tampil di laga internasional hingga batas waktu yang tak ditentukan.
Masih banyak kejadian penting yang mewarnai alur perjalanan sepak bola di Tanah Air selama satu tahun terakhir. Berikut ini beberapa di antaranya yang sudah dirangkum oleh Metrotvnews.com.
MEI-JUNI
PERSETERUAN antara PSSI dengan Kemenpora ditanggapi dengan cara keras oleh FIFA. Lantaran mencium adanya intervensi dari pemerintah dalam pengelolaan sepak bola nasional, FIFA akhirnya menjatuhkan sanksi kepada PSSI pada 30 Mei. Sejak itu, Indonesia tak bisa berpartisipasi dalam semua agenda yang berada dalam kalender FIFA. Imbas dari sanksi FIFA, Persipura Jayapura dicoret dari AFC Cup 2015. Tim Mutiara Hitam dinyatakan kalah 0-3 dari klub Malaysia, Pahang FA di babak 16 besar pada 10 Juni. (Baca selengkapnya di sini)
JULI
PESEPAK bola Indonesia mulai mencari nafkah di luar negeri usai Liga Indonesia dihentikan. Pada periode pertama, Victor Igbonefo dan Greg Nwokolo memutuskan untuk tampil di Thailand. Igbonefo bermain untuk Osotspa sedangkan Greg berlabuh di BEC Tero. Setelah itu, giliran Adam Alis yang tampil di Bahrain bersama Eas Riffa, Ryuji Utomo dan Rudy Eka Priyambada (Bahrain/Al Najma), serta Stefano Lilipaly (Belanda/SC Telstar).
PENCINTA sepak bola di Tanah Air bisa melupakan sejenak kisruh yang terjadi antara Menpora dengan PSSI. Pasalnya pada Juli 2015, salah satu klub besar asal Italia, AS Roma berkunjung ke Tanah Air pada 24-25 Juli. Fan Roma pantas senang karena sejumlah pemain inti I Lupi seperti Francesco Totti, Daniele De Rossi, dan Radja Nainggolan diboyong oleh pelatih Rudi Garcia ke Indonesia.
AGUSTUS
KABAR duka menyelimuti persepakbolaan Indonesia pada 19 Agustus. Ketika itu, Suharno selaku pelatih Arema Cronus meninggal dunia tak lama setelah sesi latihan tim di Stadion Kanjuruhan, Malang. Suharno menghembuskan napas terakhir di Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang. Setelah itu, Jenazah dibawa ke rumah duka di Wlingi, Blitar, sekitar pukul 22.00 WIB.
BADAN Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan promotor olahraga, Mahaka Sport and Entertainment bereaksi atas ketidakhadiran kompetisi sepak bola di Indonesia. Demi menyemarakkan gairah sepak bola di Tanah Air, BOPI akhirnya mulai membuat rancangan turnamen yang dinamakan Piala Kemerdekaan. Sementara itu, Mahaka merancang turnamen yang dinamakan Piala Presiden.
SEPTEMBER
PSMS Medan berhasil menjadi juara Piala Kemerdekaan 2015. Mereka merengkuh trofi usai mengalahkan Persinga Wangi dengan skor 2-1 di pertandingan final pada 13 September.
KEMENANGAN didapat Persebaya 1927 di meja hijau. Pada 21 September, PT Persebaya yang menaungi Persebaya 1927 dikukuhkan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HAKI) sebagai pemilik sah nama dan logo Persebaya. Sebaliknya, karena kalah di pengadilan, PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) yang menaungi Persebaya Surabaya harus berganti nama menjadi Bonek FC. Nama tersebut digunakan ketika mereka tampil di Piala Presiden 2015.
OKTOBER
PERSIB Bandung dan Sriwijaya FC melaju ke final Piala Presiden 2015. Prestasi tim Maung Bandung memunculkan kehebohan. Semuanya bermula dari putusan Mahaka menggelar pertandingan final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Nyaris semua orang tahu, Persib merupakan rival klub Persija Jakarta sejak lama. Guna mengantisipasi kerusuhan antara suporter Persija dan Persib, keamanan dibuat dengan cara sangat ketat. Bahkan, agar tidak tidak ada bentrokan, ribuan polisi sampai diterjunkan untuk menemani iring-iringan suporter Persib dari Bandung ke Jakarta.
Kesigapan pihak kepolisian mengendalikan situasi di luar stadion membuat pertandingan berlangsung aman. SUGBK meriah dengan kehadiran puluhan ribu suporter Persib dan Sriwijaya. Pada laga itu, Persib sukses menang dengan skor 2-0. Dua gol tim Maung Bandung dicetak oleh Ahmad Jufrianto dan Makan Konate.
NOVEMBER
PRESIDEN RI, Jokowo Widodo (Jokowi) merasa puas dengan penylenggaraan Piala Kemerdekaan dan Piala Presiden. Jokowi lantas meminta stakeholder sepak bola di Tanah Air untuk menyelenggarakan turnamen lainnya selama Liga Indonesia terhenti. Mahaka Sports yang kembali didapuk sebagai promotor akhirnya menyelenggarakan Piala Jenderal Sudirman (PJS) 2015. Turnamen yang diikuti 15 klub ini sekaligus untuk memperingati HUT ke-70 TNI. Sebanyak 14 klub merupakan kontestan LI. Sedangkan satu klub lainnya adalah PS TNI.
FIFA dan AFC mulai turun tangan membantu membenahi polemik di persepakbolaan Indonesia. Pada awal November, FIFA mengirim delegasi ke Indonesia, yakni Kohzo Tashima dan Prince Abdullah sedangkan AFC diwakili oleh Mariano Araneta untuk berdialog dengan PSSI serta Kemenpora.
PERTEMUAN antara FIFA, AFC, PSSI, dan Kemenpora tidak memunculkan hasil yang memuaskan. PSSI tetap ngotot untuk membentuk tim Ad Hoc yang bertugas untuk meluruskan benang kusut persepakbolaan Indonesia. Sedangkan Kemenpora ingin membentuk sebuah tim yang dinamakan Tim Kecil.
DESEMBER
PS TNI tampil mengejutkan di PJS. Tim nonunggulan yang berisikan mayoritas pemain PSMS Medan itu berhasil mengalahkan sejumlah klub kuat dan melaju ke babak 8 besar.
KERUSUHAN antarsuporter sebelum pertandingan Arema Cronus vs Surabaya United (sebelumnya bernama Bonek FC) memakan korban jiwa. Ketika itu, dua suporter Singo Edan meregang nyawa usai terlibat dalam perkelahian di Sragen, Jawa Tengah. Akibat insiden ini, pihak kepolisian telah menahan setidaknya 33 suporter yang diduga sebagai pemicu kerusuhan.
STRIKER timnas Indonesia, Andik Vermansah berhasil menorehkan prestasi hebat di kompetisi sepak bola Malaysia. Pada 12 Desember, Andik sukses membantu tinya Selangor FA menjadi juara Piala Malaysia 2015 usai mengalahkan Kedah dengan skor 2-0. Andik sukses mengkuti jejak Bambang Pamungkas dan Ellie Aiboy yang juga membantu Selangor FA juara Piala Malaysia 2005.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ASM)
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan