Kantor PSSI. (Foto: Ant/Hafidz Mubarak A)
Kantor PSSI. (Foto: Ant/Hafidz Mubarak A)

Kaleidoskop Sepak Bola Indonesia 2015

Kisah Manis dan Getir Persepakbolaan Indonesia (Bagian- 1)

Bola kaleidoskop sepak bola 2015
Hilman Haris • 29 Desember 2015 00:45
medcom.id, Jakarta: Perjalanan persepakbolaan Indonesia penuh liku selama 2015. Ada cerita yang berakhir dengan suka cita. Namun tak sedikit pula yang berujung pahit.
 
Sanksi dari FIFA menjadi salah satu kisah tragis yang dialami dunia si kulit bundar di negeri ini. Pada Mei 2015, FIFA yang nampak gerah melihat polemik antara Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan pemerintah akhirnya menjatuhkan hukuman keras berupa larangan bagi timnas serta klub-klub Indonesia tampil di laga internasional hingga batas waktu yang tak ditentukan.
 
Masih banyak kejadian penting yang mewarnai alur perjalanan sepak bola di tanah air selama satu tahun terakhir. Berikut ini beberapa di antaranya yang sudah dirangkum oleh Metrotvnews.com.

JANUARI
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memutuskan untuk membentuk tim evaluasi, Tim Sembilan pada 2 Januari. Tugas Tim Sembilan secara khusus mengevaluasi persepakbolaan di Tanah Air seperti masalah teknis kompetisi serta transparansi keuangan klub. Tim sembilan berisikan sejumlah tokoh lintas profesi, di antaranya:
1. Imam Budidarmawan Prasodjo (Sosiolog).
2. Budiarto Shambazy (Wartawan Senior).
3. Ricky Yakobi (Mantan Pemain Tim Nasional).
4. Gatot Sulistiantoro Dewa Broto (Kemenpora).
5. Nuhasan Ismail (Akademisi).
6. Djoko Susilo (Mantan Dubes RI untuk Swiss).
7. Yunus Husein (Mantan Kepala PPATK).
8. Eko Tjiptadi (Mantan Deputi Pencegahan KPK).
9. Oegroseno (Mantan Wakapolri).
 
PSSI menggelar kongres tahunan di Jakarta pada 4 Januari. Sebanyak 91 anggota PSSI hadir di kongres ini, di antaranya 31 Asosiasi Provinsi (Asprov), 17 klub Liga Indonesia (LI), 16 klub Divisi Utama, 11 klub Divisi Satu, 16 klub Piala Nusantara, dan tiga asosiasi yaitu asosiasi pemain, asosiasi futsal, serta asosiasi pelatih.
 
HASIL dari kongres itu antara lain memutuskan untuk memasukkan enam anggota baru, yaitu Persimuba Musi Banyuasin, Laga FC, Blitar United, Prokundalini, Persija Muda, dan Kaimana FC. Selain itu, diputuskan pula jadwal Kongres Luar Biasa (KLB) yang diselenggarakan pada 18 April di Kota Surabaya.
 
TIGA tim dinobatkan sebagai juara Trofeo Persija pada 11 Januari 2015. Kejadian unik itu terjadi karena Arema Cronus, Persija Jakarta, dan Sriwijaya FC memiliki poin yang sama di turnamen yang menggunakan format pertandingan 3x45 menit tersebut.
 
KLUB asal Jepang, Gamba Osaka beruji coba di Jakarta pada 24 Januari. Ketika itu, Gamba melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Tanpa ampun, Gamba Osaka sukses membantai tim Macan Kemayoran dengan skor 4-0.
 
AREMA CRONUS berhasil menjadi juara SCM Cup 2015 usai mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 1-0 pada 27 Januari. Gol Arema ketika itu dihasilkan oleh Gilang Ginarsa.
 
FEBRUARI
AREMA CRONUS mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-1 di turnamen pramusim Inter Island Cup. Final turnamen tersebut sebetulnya dijadwalkan pada 2014. Namun panitia penyelenggara memutuskan untuk mengundur jadwal hingga Januari 2015.
 
MANTAN penggawa Manchester United, Eric Djemba-Djemba merapat ke Persebaya Surabaya (kini Surabaya United). Namun karena kisruh manajemen di Persebaya, Djemba-Djemba urung tampil dan membatalkan kontraknya.
 
BADAN Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tidak mengeluarkan surat rekomendasi kepada PSSI dan PT Liga Indonesia (LI) untuk menggelar Liga Indonesia. Putusan itu dikeluarkan karena ketua BOPI, Noor Aman merasa ada sejumlah klub peserta LI belum memenuhi syarat mengikuti kompetisi profesional.
 
IMBAS dari putusan tegas BOPI, 18 klub LI berembuk dan memberikan perlawanan dengan menghasilkan Deklrasi Bandung pada 20 Februari. Ketika itu, ke-18 klub sepakat untuk tampil di LI walau tanpa ada rekomendasi BOPI.
 
BENNY Dollo ditunjuk menjadi pelatih sementara timnas Indonesia pada 27 Februari. Pelatih yang biasa disapa Bendol itu menggantikan posisi Alfred Riedl dipecat usai gagal membawa timnas Indonesia berprestasi di Piala AFF 2014.
 
MARET
KISRUH antara PSSI dengan Kemenpora tentang kelanjutan LI mendapat sorotan dari DPR RI. Dalam sela-sela rapat, DPR RI sampai membahas mengenai kompetisi sepak bola di Tanah Air.
 
APRIL
LIGA Indonesia berganti nama menjadi QNB League. Perubahan nama dilakukan setelah PT LI dan rekan bisnisnya, BVSport menjalin kerja sama eksklusif dengan QNB. Ketika itu kedua pihak sepakat menggunakan nama QNB League sejak 4 April 2015 hingga musim 2017.
 
QNB League 2015 dimulai pada 4 April. Usai melewati sejumlah proses verifikasi, 18 klub mendapat lampu hijau dari PT LI untuk ikut serta dalam QNB League yang dimainkan dengan format kompetisi penuh.
 
UMUR QNB League ternyata hanya sebentar. Sebab, PSSI mendapatkan sanksi berupa pembekuan tak boleh menggelar semua kegiatan sepak bola di Tanah Air. Sanksi tersebut tertuang di Keputusan Menpora No. 0137 tahun 2015 yang ditandatangani oleh Menpora, Imam Nahrawi pada 17 April.
 
LA Nyalla Mattalitti menjadi Ketua Umum PSSI periode 2015--2019. Ia terpilih usai mendapatkan suara terbanyak dalam pemilih umum saat KLB PSSI, 18 April.
 
MENPORA Imam Nahrawi tidak mengakui status La Nyalla Mattalitti sebagai Ketum PSSI untuk periode 2015--2019. Menpora mengklaim status La Nyalla sebagai ketum tidak sah karena status PSSI sedang disanksi.
 
DI tengah kisruh antara Menpora dengan PSSI, tiba-tiba muncul kasus pengaturan skor yang melibatkan salah satu klub LI, Pusamania Borneo FC. Ketika itu, pria bernama Johan Ibo ditangkap pihak kepolisian karena diduga telah menyuap pemain Pusamania untuk berlaku curang saat pertandingan. Namun kasus ini hilang ditelan bumi usai Johan Ibo dibebaskan karena kepolisian tidak punya cukup bukti.
 
MEI
PERSETERUAN antara PSSI dengan Kemenpora ditanggapi dengan cara keras oleh FIFA. Lantaran mencium adanya intervensi dari pemerintah dalam pengelolaan sepak bola nasional, FIFA akhirnya menjatuhkan sanksi kepada PSSI pada 30 Mei. Sejak itu, Indonesia tak bisa berpartisipasi dalam semua agenda yang berada dalam kalender FIFA.
 
JUNI
IMBAS dari sanksi FIFA, Persipura Jayapura dicoret dari AFC Cup 2015. Tim Mutiara Hitam dinyatakan kalah 0-3 dari klub Malaysia, Pahang FA di babak 16 besar pada 10 Juni.
 
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ASM)
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan