Gianni Infantino (Foto: Google Translate)
Gianni Infantino (Foto: Google Translate)

Pemilihan Presiden FIFA

Profil Presiden Baru FIFA Gianni Infantino

Bola fifa
Achmad Firdaus • 27 Februari 2016 04:21
medcom.id, Jakarta: Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA akhirnya memiliki pemimpin baru dalam diri Gianni Infantino. Lantas, bagaimanakah sepak terjang sosok pria 45 tahun tersebut di dunia sepak bola?
 
Gianni Infantino lahir pada 23 Maret 1970 di Brig, sebuah distrik di kawasan Valais, Swiss. Meski lahir di Swiss, namun dia tidak tulen orang Swiss. Infantino memiliki darah Italia, khususnya dari kawasan Calabria dan Lombardi.
 
Pada saat meniti karier, Infantino sebenarnya tidak langsung ke dunia sepak bola. Ia malah mengambil kuliah jurusan hukum dan menjadi pengacara.

Perkenalannya pada dunia sepak bola terjadi saat ia bekerja sebagai penasihat untuk sejumlah klub sepak bola di Italia, Spanyol dan Swiss.
 
Bermodalkan pengetahuannya soal seluk beluk sepak bola, plus kemampuannya berbicara dalam lima bahasa (Italia, Prancis, Jerman, Inggris, Spanyol, dan Swiss), Infantino akhirnya bergabung dengan UEFA pada 2000.
 
Pada saat itu, ia bertugas untuk mengerjakan berbagai masalah hukum dalam sepak bola, komersial dan profesional. Empat tahun kemudian, dia diangkat sebagai diangkat Direktur Divisi Perizinan Bidang Hukum dan Klub UEFA.
 
Selama memangku jabatan di atas, Infantino juga memimpin pekerjaan UEFA dalam membina hubungan dekat dengan Uni Eropa, Dewan Eropa, dan otoritas pemerintah.
 
Berkat kinerjanya yang memuaskan, UEFA akhirnya menunjuk Infantino untuk menjabat deputi sekretaris jenderal pada 2007, dan kemudian diangkat sebagai sekjen pada 2009.
 
Selama menjabat posisi tersebut, Infantino terbukti sukses melahirkan sejumlah terobosan-terobosan di berbagai kompetisi UEFA, dan digunakan hingga saat ini.
 
Salah satunya adalah kebijakan Financial Fair Play yang bertujuan agar klub memiliki neraca keuangan yang sehat. Infantino juga menjadi otak di balik terobosan UEFA yang menambah jumlah kontestan Piala Eropa 2016 menjadi 24 tim (sebelumnya 16). Terakhir, ia turut mengkonsep ide UEFA untuk menggelar Piala Eropa 2020 di 13 negara Eropa.
 
Saat mendeklarasikan diri maju sebagai calon presiden FIFA beberapa waktu lalu, pria yang kerap didapuk sebagai host pengundian Liga Champions ini, sempat melontarkan idenya untuk menambah jumlah kontestan Piala Dunia dari 32 negara menjadi 40 negara.
 
Akankah terobosan teranyar dari Presiden ke-9 FIFA ini terealisasi? Kita tunggu saja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ACF)
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan