Perusahaan raksasa Jerman tersebut terinspirasi dari desain yang mereka gunakan di Piala Dunia 1970 dan 1974. Namun teknologi yang digunakan lebih maju dan kompleks.
Telstar 18 menggabungkan teknologi dari bola-bola terdahulu, seperti Tango, Azteca, Questra, Jabulani dan Brazuca. Khusus Jabulani yang dipakai di Piala Dunia Afrika yang dikomplain karena tidak stabil, Adidas menjamin hal tersebut tak akan ditemukan di bola resmi Piala Dunia Rusia tahun depan.
Lionel Messi yang merupakan brand ambassador Adidas dipercaya untuk mempromosikan Telstar 18. Bintang Barcelona dan timnas Argentina itu juga memberikan review dan terkesan dengan bola tersebut.
"Beruntung sekali saya bisa menjajal bola ini lebih awal," ujar Messi seperti dikutip dari FIFA.com.
"Saya suka bola ini, saya suka desain barunya, perpaduan warnanya, semuanya," sambung La Pulga.
Tidak seperti pada kesempatan sebelumnya, Adidas memilih perpaduan warna yang lebih sederhana. Warna hitam-putih digunakan dengan pertimbangan agar lebih mudah dilihat, terutama oleh penjaga gawang.
Video: PSSI Luncurkan Buku Kurikulum Pembinaan Sepak Bola
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ASM)
