Nama Pele mulai mencuat pada Piala Dunia 1958 sebagai pemain muda terbaik, beda dengan pemain yang biasa dipanggil Jairzinho. Namanya mulai meroket ketika menjalani event sepak bola terbesar di dunia pada 1970. Jairzinho menjadi salah satu dari tiga pemain dalam sejarah yang konsisten mencetak gol di setiap pertandingan untuk timnya pada Piala Dunia.
Pria kelahiran Botafogo itu menghabiskan sebagian kariernya dengan klub kampung halamannya. Pertama-tama masuk ke skuat muda, baru pada 1958 hingga 1974, Jairzinho bergabung dengan tim utama.
Ia sempat dipasangkan dengan idolanya, Garrincha dan memenangkan Rio State Championship pada 1964. Setelah Garrincha pergi pada 1965, Jairzinho mulai mengambil tempat utama, ia bergerak dari sayap kiri ke kanan. Tampil menempati posisi yang ia mau, Jairzinho pun memenangkan banyak trofi bersama Botafogo.Klik di sini: Januari 2017, Julian Draxler Resmi Milik PSG
Di level internasional, Jairzinho bergabung bersama timnas Brasil pada 1964. Setelah kesempatan pertama Tim Samba tampil mengecewakan pada Piala Dunia 1966, Jairzinho kemudian memiliki panggung pada Piala Dunia 1970. Bahkan ia menjadi pemain yang selalu mencetak gol di setiap laga pada turnamen tersebut, sekaligus membawa Brasil menjuarai trofi Piala Dunia ketiga kalinya kala itu.
Bersinar, banyak klub Eropa yang mengincarnya. Salah satunya datang dari Prancis, Olympique de Marseille yang berhasil merekrutnya pada 1974. Sayang di sana kontraknya berdurasi semusim dan hanya memainkan 18 laga dengan mencetak sembilan gol.Klik di sini: Cristiano Ronaldo Beri Semangat Anak-anak Korban Perang Suriah
Ada 10 klub yang pernah dia perkuat, sebelum akhirnya menyatakan pensiun dari dunia sepak bola pada 1982. Ketika beralih menjadi pelatih, Jairzinho sempat melatih klub asal Yunani, Kalamata pada 1997--1998, dan timnas Gabon pada 2003--2005. (tdifh)
Video Waktunya Boxing Day
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(FIR)