medcom.id, Kairo: Lebih dari 20 orang tewas dan belasan lainnya mengalami cedera akibat terjadinya bentrok antar pendukung sepak bola dan polisi di luar Stadion Air Desense. Peristiwa itu terjadi menjelang pertandingan Zamalek melawan ENPPI di Mesir, Minggu 8 Februari 2015.
Seperti dilansir Daily Mail, Kementrian Dalam Negeri membatasi tiket pertandingan hanya untuk 10 ribu penggemar saja. Padahal, stadion itu mampu menampung 30 ribu penonton itu.
Kebijakan ini lantas memicu tindakan anarki dari pihak suporter. Mereka menerobos stadion tanpa membawa tiket. Untuk membubarkan kericuhan tersebut, polisi menggunakan air mata.
Menurut informasi, pendukung Zamalek yang lebih dikenal dengan Kesatria Putih itu mengatakan mereka tidak terima tindakan pemerintah yang membatasi mereka dengan membuka satu pintu bagi pendukung.
Selain itu, pada pintu tersebut dihiasi dengan kawat-kawat yang berduri, sehingga para pendukung terpaksa berdesak-desakkan untuk menghindari terkena kawat berduri tersebut.
Sebelumnya, insiden sepak bola Mesir pernah terjadi pada 2012 lalu. Lebih dari 70 pendukung sepak bola mati dalam insiden Port Said, kala itu pendukung Al-Masry menyerang pendukung Al-Ahly dengan menggunakan senjata tajam dan bahan peledak. (Daily mail/ Christ Saputra)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(PAT)
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan