medcom.id, Cordoba: Pencinta sepak bola mengenal Mario Kempes sebagai salah satu pesepak bola terbaik yang dimiliki Argentina. Tak salah jika predikat itu melekat di dirinya mengingat Kempes memang punya prestasi mentereng. Selama berkarier, Kempes berhasil membawa Tim Tango menjadi juara Piala Dunia 1978, membawa Valencia menggondol tiga trofi, serta memperoleh 13 penghargaan individu.
Semua cerita hebat itu bermula di Stadion Presidente Pero, Cordoba, Argentina, 5 Oktober 1973. Tepatnya ketika Kempes melakoni debut profesional bersama Instituto de Cordoba kontra Newell's Old Boys. Usia Kempes baru 19 tahun pada saat itu. Hebatnya, ia mampu tampil apik dan seakan tidak terlihat gugup melawan salah satu klub papan atas di Argentina itu.
Kempes sebetulnya sudah memperkuat Instituto de Cordoba sejak berusia 16 tahun. Namun ia baru diberi kesempatan unjuk gigi ketika menginjak 19 tahun. Putusan itu terbukti tepat. Lantaran sudah siap dari segi skill dan mental untuk bersaing di dengan pemain-pemain lain di kompetisi sepak bola Argentina, Kempes akhirnya bisa tampil apik dengan menorehkan 11 gol dari 13 penampilan bersama Instituto de Cordoba pada musim 1973--1974.
Performa apik Kempes dilirik Rosario Central pada 1974. Tiga musim ia habiskan di klub tersebut. Total, Kempes berhasil mencetak 85 gol untuk Rosario hingga musim 1976--1977. Karier Kempes makin cemerlang setelah itu. Sebelum musim 1977-1978 bergulir, pemilik nama lengkap Mario Alberto Kempes Chiodi tersebut hijrah ke Spanyol untuk bermain bersama Valencia.
Los Che tak sia-sia mendatangkan Kempes. Pada dua musim pertama, Kempes berhasil menjadi top skorer La Liga Spanyol dan membawa Valencia menjadi juara Copa del Rey 1978--1979. Setahun berselang, Kempes kembali membuat fan Valencia bangga karena sukses mempersembahkan gelar juara Piala Winners serta Piala Super Eropa 1980.
Akhir era 1970-an menjadi momen spesial bagi Kempes. Ketika itu, ia berhasil menorehkan tinta emas secara individu, klub, dan timnas Argentina. Piala Dunia 1978 menjadi panggung kehebatan Kempes. Berkat sumbangsih enam gol sepanjang turnamen, pria kelahiran 15 Juli 1954 tersebut membawa tim Tango menjadi juara. Tambah spesial karena satu gol di antaranya dibuat Kempes pada final saat Argentina menghempaskan Belanda dengan skor 3-1.
Kempes melanjutkan karier di sejumlah klub di Argentina dan di Eropa pada era 1980 hingga 1990-an. Persepakbolaan Indonesia cukup beruntung bisa masuk dalam catatan sejarah Kempes. Sebelum pensiun, Kempes menyempatkan diri tampil di Liga Indonesia bersama klub Pelita Jaya pada 1999. Ketika itu, Kempes tampil 15 kali dengan mencetak 10 gol.
">https://
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(HIL)
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan