Kondisi politik Hungaria yang tidak kondusif pada era 50-an membuat Ferenc Puskas tak ingin kembali ke kampung halamannya. Salah satu legenda sepak bola dunia itu akhirnya memutuskan tinggal di Spanyol, hingga akhirnya diboyong Real Madrid tepat pada hari ini, 11 Agustus 1958 silam.
Puskas direkrut Madrid ketika usianya menginjak 31 tahun. Meski sudah tak muda lagi, ternyata kariernya tetap cemerlang. Ia berhasil membantu Madrid meraih lima trofi La Liga selama lima musim berturut-turut (1961-1965), serta mengantarkan tiga gelar Piala Eropa--sekarang Liga Champions sebanyak tiga kali (1958–1959, 1959–1960, dan 1965–1966).
Sebelum diboyong Madrid, Puskas memang sudah dikenal sebagai penyerang kiri yang memiliki segudang prestasi. Ia pernah menjadi pencetak gol terbanyak Eropa (1948), dan bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia pada 1953. Saat itu, Puskas masih tinggal di Hungaria dan bermain bersama klub asal Budapest, Honved.
Seiring munculnya Revolusi Hungaria pada 1956, Puskas bersama sejumlah rekannya di Honved terpaksa mengadu nasib ke sejumlah negara tetangga, termasuk di antaranya ke Spanyol, Austria dan Italia. Keputusan itu sempat menciptakan masalah baru, karena Puskas terpaksa di sanksi UEFA karena tak ingin kembali ke Hungaria.
Sanksi UEFA yang melarang Puskas beraktivitas dalam segala kegiatan sepak bola, tak menyurutkan semangatnya untuk tetap menjadi salah satu penyerang terbaik dunia. Itu berhasil ia buktikan setelah bergabung bersama Real Madrid dan menjadi warga negara Spanyol pada 1962. (tdifh)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(KAU)
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan