medcom.id, Medellin: Hari ini 21 tahun lalu, tepatnya pada 3 Juli 1994, enam butir peluru menembus tubuh dan menghabisi nyawa bek timnas Kolombia Andres Escobar di tempat parkir salah satu klub malam di Medellin, Kolombia.
Escobar diduga dibunuh oleh sekelompok suporter Kolombia yang kecewa terhadap gol bunuh dirinya di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat. Kolombia terpaksa menyerah 1-2 di tangan tuan rumah atas kesalahan yang dibuat Escobar.
Hasil tersebut membuat Kolombia terpaksa gagal lolos fase grup A. Sebuah hasil mengejutkan mengingat Kolombia diperkuat sejumlah nama beken seperti Carlos Valderrama dan Faustino Asprilla.
Escobar dibunuh sepekan usai kekalahan tragis Kolombia dari Amerika Serikat. Menurut istri Escobar, suaminya sempat dihampiri sekelompok suporter di dalam mobil di tempat parkir sebelum dihabisi secara keji.
Kata sang istri pula, Escobar sempat terlibat adu argumen dengan suporter tersebut. Tetapi suasana tiba-tiba hening ketika suporter mengeluarkan senjata api. Sesaat kemudian, Escobar diberondong enam tembakan oleh salah seorang suporter tersebut sembari berteriak 'gol'.
Sang pembunuh Escobar, Humberto Casto Munoz berhasil ditangkap pada hari yang sama. Sosok yang diketahui sebagai anggota kartel narkoba Kolombia itu dijatuhi hukuman 43 tahun penjara.
Meski membuat kesalahan di Piala Dunia 1994, kepergian Escobar tetap ditangisi rakyat Kolombia. Terutama oleh suporter klub yang dibelanya, Atletico Nacional.
Setelah Escobar wafat, keluarga mendiang bek tangguh ini mendirikan yayasan Andres Escobar Project. Yayasan ini didirikan untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung belajar bermain sepak bola. (Telegraph/Globe and Mail)
Berikut cuplikan gol bunuh diri Escobar:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(HIL)
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan