Selebrasi Barcelona ketika menjuara Liga Champions 2014--2015. (Foto: google image)
Selebrasi Barcelona ketika menjuara Liga Champions 2014--2015. (Foto: google image)

Kaleidoskop Liga Champions 2015 (bagian 1)

Liga Champions 2015: Hegemoni Barcelona dan Keterpurukan Wakil Inggris

Bola kaleidoskop sepak bola 2015
Hilman Haris • 30 Desember 2015 20:13
medcom.id, Jakarta: Beragam kejadian penting terjadi di Liga Champions sepanjang 2015. Namun tak semuanya berakhir dengan bahagia. Sejumlah pihak harus gigit jari karena tertimpa nasib nahas ketika terlibat dalam kompetisi sepak bola paling elite di Benua Eropa tersebut.
 
Untuk menyegarkan kembali ingatan Anda soal kejadian-keadian tersebut, berikut ini Metrotvnews.com berikan momen-momen penting yang menghiasi perjalanan Liga Champions sepanjang 2015. 
 
FEBRUARI
LUIS Suarez tak akan mendapat sanksi dari UEFA meski terlihat mencoba menggigit tangan bek Manchester City, Martin Demichelis.  Kejadian itu terlihat ketika Barcelona bertandang ke markas City, Stadion Etihad, dalam leg pertama Liga Champions 2014-15, Rabu 25 Februari.

Insiden kecil di Stadion Etihad ketika itu mengingatkan ulah Suarez yang terjadi pada Piala Dunia 2014. Ketika itu, dirinya dihukum larangan bermain empat bulan usai menggigit bahu bek Italia, Giorgio Chiellini.
 
MARET
TIGA wakil Inggris di Liga Champions 2014--2015 yakni Arsenal, Chelsea dan Manchester City kompak tersingkir di babak 16 besar. Chelsea disingkirkan Paris Saint-Germain, Arsenal dieliminasi AS Monaco, dan City tumbang di tangan Barcelona. Sedangkan di pentas Liga Europa, tiga wakil Inggris yang berhasil lolos ke fase knock-out juga tak mampu menyentuh babak perempat final. 
 
Menurut catatan UEFA, ini adalah kali pertama dalam 22 tahun tak ada wakil Inggris di babak perempat final turnamen Eropa. Inggris terakhir kali gagal meloloskan wakilnya di babak perempat final Liga Champions dan Liga Europa, yakni pada musim 1992/1993.
 
APRIL
UEFA memperkenalkan sistem undian terbaru untuk Liga Champions musim 2015--2016. Sebelumnya, UEFA hanya memperbolehkan tim-tim yang punya prestasi bagus dalam lima musim terakhir di Liga Champions untuk masuk pot satu. Kini peraturannya berubah karena setiap juara dari tujuh liga dengan koefisien terbaik bisa masuk pot satu.
 
Tim junior Chelsea menorehkan tinta emas di panggung Eropa. Para penggawa muda The Blues baru saja mengklaim gelar juara UEFA Youth League atau Liga Champions U-19 usai mengalahkan Shakhtar Donetsk dengan skor 3-2 di partai final, di Stadion Colovray, Nyon, Swiss, 13 April.
 
MEI
KERIBUTAN antarpendukung Juventus dan Real Madrid yang ada di Indonesia saat pertandingan Liga Champions 2014--2015, Kamis 14 Mei mendapat sorotan luas dari media luar negeri. Insiden keributan tersebut terjadi saat kedua kelompok suporter menggelar nonton bareng (nobar) laga leg kedua semifinal di GOR Basket Otista, Cawang, Jakarta-Timur, Kamis 15 Mei 2015 dini hari WIB.
 
Keributan ini sampai ke Inggris karena diunggah ke YouTube oleh akun bernama MD Hardiyanto. Dalam video berdurasi lima menit tersebut, kedua kelompok suporter yang mengenakan jersey Juventus dan Madrid terlibat saling lempar sejumlah benda tumpul serta melontarkan ejekan.
 
JOSEP Guardiola untuk pertama kali kembali ke markas Barcelona, Stadion Camp Nou sebagai musuh. Peristiwa penting itu terjadi karena tim besutan Guardiola, Bayern Muenchen bertemu Barcelona di babak semifinal Liga Champions 2014--2015, 7 Mei. Nahasnya, reuni Guardiola dengan fan Barcelona berakhir dengan tragis. Sebab, Die Roten harus mengakhiri laga dengan kekalahan 0-3.
 
JUNI
FEDERASI Sepakbola Eropa (UEFA) menunjuk Stadion Millenium Cardiff sebagai tuan rumah final Liga Champions musim 2016--2017. Stadion yang berdiri di Cardiff, Wales ini pernah menjadi tuan rumah Piala Super Eropa 2014. Kala itu, Real Madrid mengalahkan Sevilla berkat dua gol Cristiano Ronaldo di stadion yang berkapasitas 74.500 penonton tersebut.
 
BARCELONA sukses merebut trofi Liga Champions 2015--2016 usai menekuk Juventus dengan skor 3-1. Ketiga gol Blaugrana dicetak oleh Neymar, Luis Suarez, dan Ivan Rakitic. Sementara itu, gol Juventus dihasilkan oleh bekas striker Real Madrid, Alvaro Morata.
 
BEK Juventus Leonardo Bonucci membuang medali Liga Champions setelah timnya gagal menjadi juara. Ia mengaku sengaja melakukan hal itu karena kecewa I Bianconeri hanya menjadi runner-up usai kalah 1-3 dari Barcelona di partai final.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(HIL)
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan