Sebelum bertarung pada kompetisi terbaik di Benua Biru itu, The Foxes sebaiknya belajar dari kiprah para debutan pada masa lalu.
Bayer Leverkusen dan Tottenham Hotspur merupakan dua dari lima debutan yang tampil mengesankan pada musim perdana di Liga Champions. Berikut ulasan lengkapnya:
Bayer Leverkusen
Hingga perempat final 1997--1998
Leverkusen mulai menjelma sebagai tim kuat di Jerman pada era 1990-an. Setelah merepotkan tim mapan seperti Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund, Leverkusen akhirnya bisa menorehkan debut impresif di Liga Champions musim 1997--1998. Kala itu, Leverkusen lolos ke perempat final usai finis sebagai runner-up di babak penyisihan grup.
Pencapaian mereka terhenti ketika bertemu Real Madrid. Dari dua leg yang berlangsung, Leverkusen yang saat itu masih ditukangi Christoph Daum itu kalah dengan agregat skor 1-4.
Lazio
Perempat final 1999--2000
Sven-Goran Eriksson merupakan pelatih Lazio ketika menjalani debut di Liga Champions 1999--2000. Saat itu, I Biancocelesti punya skuat bertabur bintang seperti Roberto Mancini, Diego Simeone, Juan Sebastian Veron, dan Alessandro Nesta.

Skuat Lazio era Sven Goran Eriksson
Lazio tak mampu dikalahkan Dynamo Kiev, Bayer Leverkusen, dan Maribor selama fase grup. Mereka juga tampil mengesankan di babak penyisihan grup kedua dengan finis di atas Chelsea, Feyenoord dan Marseille untuk meraih tiket ke perempat final.
Perjalanan mereka terhenti ketika kalah agregat 3-5 oleh Valencia. Momen itu menjadi awal Lazio untuk unjuk gigi di panggung Eropa. Sebab setelah musim itu, Lazio selalu lolos ke babak utama Liga Champions selama empat musim beruntun.
Deportivo La Coruna
Perempat final 2000--2001
Deportivo butuh 18 tahun untuk menggebrak papan atas La Liga. Klub Galicia itu menjadi salah satu klub yang bersinar di Eropa pada awal abad ke-21. Keberhasilan meraih gelar La Liga 1999--2000 membuat Deportivo berhak di Liga Champions 2000--2001.
Klub yang berjuluk Super Depor tersebut langsung tampil oke meski berstatus sebagai tim debutan. Buktinya, mereka tampil mengejutkan pada penyisihan grup pertama dengan membuat Juventus terbenam di papan bawah klasemen.
Mereka juga membuat AC Milan gigit jari karena gagal bersaing untuk memperebutkan tiket perempat final. Tapi tren positif mereka harus terhenti ketika memasuki babak perempat final. Kala itu, mereka tak bisa melanjutkan ke babak selanjutnya setelah kalah agregat dari Leeds United dengan skor 2-3.
Tottenham
Perempat-final 2010--2011
Gareth Bale menjadi andalan Tottenham Hotspur di Liga Champions musim 2010--2011. Ia menggebrak usai mencetak hattrick ke gawang Inter Milan.
Performa apik Tottenham yang kala itu dibesut oleh Harry Redknapp berlanjut di fase 16-besar. Ketika itu, Spurs mampu menyingkirkan AC Milan setelah menang agregat 1-0. Penampilan mereka terhenti pada babak perempat final, setelah dicukur Real Madrid dengan agregat 0-5.
Villarreal
Semifinal 2005--2006
Villarreal tampil impresif karena mampu bersaing dengan Manchester United pada fase grup. Penampilan heroik mereka berlanjut di perempat final.
Inter Milan menjadi tumbal kehebatan klub berjuluk The Yellow Submarine itu. Villarreal lolos karena mampu membuat gol lebih banyak di kandang lawan. Kemenangan atas Inter membawa Villarreal ke semi final guna menantan Arsenal.
Namun hanya sampai situ laju Villarreal. Mereka kalah agregat 0-1 sehingga harus melupakan mimpi untuk menantang Barcelona di final.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(HIL)