Reuters/MICHAEL KOOREN
Reuters/MICHAEL KOOREN

Ghana ibarat Terperangkap dalam Labirin Panjang

Bola Piala Dunia grup g pd14
04 Juni 2014 20:05
medcom.id, Accra: Berada di Grup G bersama juara dunia tiga kali Jerman, Portugal, dan Amerika Serikat memang membuat Ghana seperti terperangkap dalam sebuah labirin panjang.
 
Butuh keajaiban sepertinya bagi tim berjuluk the Black Stars tersebut untuk bisa lolos ke fase knockout. Meski begitu, bukan berarti tim besutan Kwesi Appiah itu tidak punya peluang lolos.
 
Dengan materi pemain yang merupakan kombinasi pemain berpengalaman dan pemain muda, Michael Essien, Sulley Muntari, Asamoah Gyan, Kevin-Prince Boateng, Abdul Majeed Waris, dan lain-lain, mereka sangat mungkin membuat kejutan.

Apalagi tim ‘Bintang Hitam’ juga cukup berpengalaman tampil di Piala Dunia. Tercatat sudah tiga kali beruntun negara Afrika Utara itu tampil di turnamen empat tahunan tersebut.
 
Bahkan di Piala Dunia 2010 Asamoah Gyan dan kawankawan berhasil menembus perempat final sebelum dijinakkan Uruguay. Di Piala Dunia 2006 Jerman, Ghana yang kala itu diperkuat para pemain muda hanya mampu bertahan sampai putaran kedua.
 
Dari pengalaman itu, tidak berlebihan jika para punggawa the Black Stars yakin bisa mengatasi persaingan di Grup G. Bek John Boye bahkan sesumbar bakal menjinakkan megabintang Portugal Cristiano Ronaldo saat kedua tim berjibaku pada 26 Juni mendatang di Estadio Nacional, Brasilia.
 
“Saya pikir jika kami mempersiapkan diri dengan baik, kami dapat menangani Ronaldo. Dia memang pemain hebat, tapi saya akan melakukan yang terbaik untuk menanganinya jika saya dimainkan pada laga itu,“ tegas palang pintu klub Prancis, Rennes, tersebut.
 
Hal senada dikatakan sang arsitek Kwesi Appiah. Menurut dia, dengan kualitas para pemainnya yang rata-rata menjadi andalan di klub masingmasing, tiada alasan bagi mereka untuk gagal bersaing.
 
“Kami memang berada dalam grup yang sulit, tapi saya sama sekali tidak khawatir. Semua pemain Ghana berasal dari klub-klub bagus. Mereka sudah terbiasa menghadapi tantangan,“ tegas Appiah.
 
“Tujuan kami lolos dari babak grup dan melaju ke putaran kedua dan kemudian menjalani laga demi laga,“ timpal Michael Essien.
 
Optimisme para punggawa tim `Bintang Hitam' itu memang tidak berlebihan. Mereka menjadi tim paling produktif selama babak kualifikasi lalu dengan raihan 25 gol.
 
Di samping itu, keberadaan Jerman dan Amerika Serikat dalam satu grup menjadi motivasi tambahan buat mereka. Kedua tim itu mereka hadapi di ajang yang sama.
 
Jerman bahkan terkesan pernah ‘membantu’ Ghana untuk lolos ke babak 16 besar di Piala Dunia 2010. Amerika Serikat merupakan tim yang mereka kandaskan di Piala Dunia 2006.
 
“Setiap grup ialah grup maut. Kami memiliki dua lawan yang sangat kuat, yakni Jerman dan Portugal, meski Anda juga tak boleh meremehkan AS. Namun, justru karena kedua tim itu (Jerman dan AS) motivasi bertambah,” ujar gelandang Kevin-Prince Boateng.
 
“Jika kami disiplin dan konsentrasi, kami punya peluang. Yang penting kami harus memenangi laga pertama melawan AS,” imbuhnya.
 
Lebih lanjut, Boateng juga mengaku senang dengan kembalinya Essien. Hal itu turut menambah motivasi timnya. “Soal target, saya tidak tahu.Saya pribadi tidak mau memasang target tertentu. Saya tak mau mengatakan ingin meraih semifi nal atau juara,” tandasnya. (Berbagai sumber/Achma Maulana)
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(NAV)
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan