Sensasi Berkendara Jadi Alasan Hyundai Stargazer Pilih IVT

Ilustrasi IVT. Hyundai




BSD City: Hyundai Stargazer hadir di segmen low multi purpose vehicle (LMPV) untuk menjadi alternatif baru dari model-model yang sudah ada sebelum. Selain menawarkan model yang berbeda, ternyata mobil buatan Cikarang, Jawa Barat, ini juga menggunakan transmisi yang berbeda jika dibandingkan lainnya.
 
Misalkan Toyota Avanza, Veloz, dan Daihatsu Xenia menggunakan Dual Continuously Variable Transmission (D-CVT). Sedangkan Honda Mobilio dan Mitsubishi Xpander menggunakan Continuously Variable Transmission (CVT) sebagai andalannya.
 
Berbeda dengan yang lainnya, mobil keluarga bermerek asal Korea Selatan ini hadir dengan sistem transmisi otomatis Intelligent Variable Transmission (IVT). Secara teknis, transmisi ini bergerak menggunakan 2 katrol dan sabuk baja sebagai pengganti gigi atau gear. Sistem transmisi ini diklaim mampu memberikan pergerakan kendaraan lebih mulus serta responsif dibandingkan transmisi jenis otomatis tradisional.
 
Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Bonar Pakpahan, hal yang tidak didapat kala menggunakan CVT adalah sensasi perpindahan giginya. Inilah yang membuat sensasi mengemudi antara pengemudi dengan mobil kurang kuat.
 
“Memang CVT ini bikin mobil efisien, tapi seperti tidak ada engagement antara si pengemudi dengan mobilnya. Karena tidak ada driving feel yang nikmat, yang bisa didapat dengan menggunakan mobil berteknologi CVT biasa,” kata Bonar Pakpahan pada Jumat (12-8-2022) di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2022.
 
“Seperti yang kita tahu, Transmisi CVT itu tidak memiliki gigi yang fix, baik itu jumlah maupun rasionya. Maka dibuat teknologi IVT dengan adanya virtual shifting pattern. Engagement-nya pun bisa didapat karena virtual shifting pattern tadi,” jelasnya.
 
Melalui sistem transmisi IVT ini, pengemudi bisa merasakan Revolutions Per Minute (RPM) naik terus selaras dengan kecepatan dan merasakan seperti terjadi adanya perpindahan gigi. Padahal, tidak ada gigi yang fix pada sistem transmisi ini karena memang rasio giginya tak terhingga.

Editor : Ekawan Raharja

Advertising