Pada video itu disebutkan bocah itu bernama Akmal (12) sedang berada di sebuah rumah sakit. Bocah itu disebut telah bertelur lebih dari sekali.
"Akmal telah mengeluarkan benda yang mirip telur sebanyak sembilan kali," bunyi narasi yang terdengar pada video itu.
Akmal disebutkan merasa sakit perut ketika ingin bertelur. Pihak rumah sakit mencari tahu penyebab Akmal bisa bertelur.
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Akmal bisa bertelur hingga sembilan kali, tidak berdasar. Faktanya, ini peristiwa lama dan pihak dokter berkesimpulan ada kesengajaan telur itu dimasukkan ke dalam tubuh.
"Di disiplin ilmu, seorang anak, orang tua, maupun bayi tidak mungkin bertelur ayam. Dan ini sudah berulang. Dulu telurnya kecil, telur ayam kampung. Sekarang, telur ayam ras," kata seorang dokter yang merawat Akmal, Ratnah Hafid, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa 20Februari 2018.
Ratnah menjelaskan terdapat robekan di lubang anus sang bocah. Ratnah memastikan ada unsur kesengajaan terkait robekan tersebut.
Pula berdasarkan rontgen, posisi telur yang ada di dalam tubuh Akmal berada pada bagian usus besar. Usus yang menjadi tempat penampungan tinja sebelum keluar.
Ratnah menambahkan pada 2015 lalu, Akmal juga disebut bertelur. Akan tetapi setelah diisolasi selama sepekan Akmal tidak lagi bertelur.
Ratnah meyakini ada unsur kesengajaan. Namun Ratnah tidak bisa memastikan pihak yang memasukkan telur tersebut.
"Ada dua hal yang saya tunggu hasilnya. Kalau dia yang melakukan sendiri berarti dia butuh perhatian, dan itu dokter ahli jiwa yang akan tangani. Kalau misalnya orang dewasa disekitarnya yang melakukan, ini anak perlu kita lindungi dan orang dewasa yang melakukan itu perlu kita kejar untuk tidak melakukan dan kita berikan sanksi sesuai hukum yang berlaku," terang Ratnah.
![[Cek Fakta] Benarkah Bocah Belasan Tahun di Gowa Sulawesi Selatan Ini Bisa Bertelur? Cek Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202020-12-11%20at%2016_50_26.png)
Pihak kepolisian setempat membentuk tim penyelidikan terkait asal-muasal adanya telur di dalam tubuh Akmal. Kapolres Gowa saat itu, AKBP Shinto Silitonga menugaskan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Kaurkes Polres Gowa untuk menyelidiki lebih lanjut.
"Hal ini harus kami selidiki agar kami tahu tentang fakta proses masuknya benda asing ke dalam tubuh manusia," kata Shinto seperti dilansir CNNIndonesia.com, 22 Februari 2018.
Pada penyelidikan itu, pihak kepolisian memeriksa lebih dari 7 orang. Di antaranya adalah Akmal, orang tuanya, kembarannya, paman, tetangga, dokter yang memeriksa pada 2015 dan 2018 dan dokter spesialis kejiwaan RS Syech Yusuf.
Dari proses itu, pihak kepolisian berkesimpulan penyebab Akmal bertelur ada kaitannya dengan gangguan emosi dan perilaku serta kejiwaan. Salah satu indikatornya adalah Akmal yang merasa dirinya bertelur.
Shinto menegaskan, pihaknya menemukan dugaan kuat adanya kesengajaan memasukkan telur ke tubuh. Hal itu karena posisi telur yang terlihat pada rontgen, tidak jauh dari lubang anus.
Meski demikian, pihak kepolisian menghentikan penyelidikan terkait kasus tersebut. Pasalnya, Akmal ditengarai mengalami gangguan jiwa.
"Sesungguhnya yang bersangkutan ini mengalami gangguan emosi dan perilaku di mana kondisi intelektual yang tidak sesuai dengan usianya. Lalu disimpulkan juga bahwa saudara A mengalami gangguan kejiwaan yang terkait dengan emosi dan perilaku tersebut," kata Shinto seperti dilansir Liputan6.com, 4 Maret 2018.
![[Cek Fakta] Benarkah Bocah Belasan Tahun di Gowa Sulawesi Selatan Ini Bisa Bertelur? Cek Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202020-12-11%20at%2016_50_36.png)
Kesimpulan:
Klaim bahwa Akmal bisa bertelur hingga sembilan kali, tidak berdasar. Faktanya, ini peristiwa lama dan pihak dokter berkesimpulan ada kesengajaan telur itu dimasukkan ke dalam tubuh.
Informasi ini jenis hoaks false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
![[Cek Fakta] Benarkah Bocah Belasan Tahun di Gowa Sulawesi Selatan Ini Bisa Bertelur? Cek Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/false(15).png)
Referensi:
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180220093151-20-277357/diagnosis-dokter-pemeriksa-soal-remaja-bertelur-di-gowa
cnnindonesia.com/nasional/20180221205544-20-277884/akmal-kembali-bertelur-di-toilet-polisi-gelar-penyelidikan
https://www.liputan6.com/regional/read/3341653/akhir-cerita-remaja-bertelur-dari-gowa
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News